DKP Rencana Gelar Temu Lapang

Tindaklanjut Pengembangan Lahan Eks Demplot Penas KTNA

2011-11-04  23:42:17

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara, M Syahran beberapa hari lalu mengatakan dalam waktu dekat ini DKP akan menggelar temu lapang, dengan pembahasan tentang pembangunan sektor budidaya perikanan.
Rencana kegiatan yang akan menjadi aksi pertama kali dilaksanakan khusus dalam upaya tindaklanjut pengembangan lahan eks demplot Penas KTNA sejak dicanangkan sebagai Taman Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (Agrotechnopark), yang akan menjadi pusat bina karya penerapan teknologi pertanian terpadu.
Sekretaris DKP Kukar, Muslik yang ditemui Poskota Kaltim kemarin (Kamis 3/11) di kantornya mengatakan, rencana temu lapang dimaksud secepatnya akan dilaksanakan.
Dijelaskan Muslik, dalam temu lapang itu nantinya akan ada tiga bidang yang menjadi topik pembahasan, yakni mengenai teknologi pengembangan pertanian sistem mina padi, pengembangan udang galah dan pengembangan budidaya perikanan sistem kolam terpal.
Sedangkan untuk kegiatannya, menurut Muslik nantinya juga akan ada tiga tahapan kegiatan, yaitu temu antar pemangku kebijakan yang berkaitan dengan rencana program serta penganggaran, temu antar pakar bidang mina padi, udang galah dan kolam terpal yang berkaitan dengan teknologi atau teknis yang dalam hal ini akan melibatkan beberapa tenaga teknis dari perguruan tinggi dan pakar, baik dari dalam maupun luar daerah, serta temu dengan masyarakat petani selaku pelaku atau orang yang akan menerapkan kegiatan yang diprogramkan.
Topik yang dibahas dalam temu lapang itu adalah apa yang sudah ditampilkan DKP Kukar di lahan demplot Penas KTNA lalu, yang mana Wapres Budiyono sempat menaburkan benih udang galah di lahan mina padi.
Teknologi mina padi sendiri sudah diterapkan DKP Kukar sejak lama dan melalui temu lapang yang akan dilaksanakan, Muslik mengatakan pihaknya ingin menegaskan kembali bahwa dua jenis usaha pertanian (tanaman pangan dan budidaya ikan) dapat dilakukan dalam satu lahan. Dimana hal itu akan mampu membantu petani dalam meningkatkan pendapatan. Dan yang perlu juga ditekankan adalah sistem mina padi atau sawah tambak merupakan upaya menghidari klaim konfersi lahan, dimana ada beberapa pihak yang mempermasalahkan pengalihan fungsi lahan tanaman pangan ke lahan budidaya ikan.
Sedangkan mengenai budidaya ikan menggunakan kolam terpal, hal yang ingin disampaikan adalah bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan lahan sempit sekalipun untuk membudidayakan ikan.
"Artinya, dengan lahan pekarangan yang sempit sekalipun, masyarakat bisa memelihara ikan dengan kolam terpal," kata Muslik.
Melalui temu lapang itu nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi pemerintah dan masyarakat petani dalam upaya pengembangan teknologi budidaya perikanan di Kukar, termasuk tindaklanjut pengembangan Taman Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian di lahan eks demplot Penas KTNA, yang akan menjadi pusat bina karya penerapan teknologi pertanian terpadu. Pasalnya, di lokasi itu juga akan dilakukan pengembangan teknologi-teknologi pertanian dalam arti luas lainnya, baik tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan kehutanan. yd

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1234 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...