Dinas Pendidikan Kaltim Latih Penyelenggara PBA2011-11-04 00:03:08
SAMARINDA, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim menyelaskan, dalam rangka upaya dalam menurunkan angka buta aksara di Kaltim, yang saat ini diperkirakan kurang lebih 1,7 persen, maka pihaknya terus berusaha untuk terus menurunkannya, dengan berbagai cara, seperti pelaksanaan pelatihan dalam menyamakan persepsi bagi pengelolaan dan penyelengaraan Pemberantasan Buta Aksara (PBA) atau buta huruf di daerah-daerah se-Kaltim. “Diklat ini dilaksanakan dalam upaya untuk menyamakan persepsi bagi pengelolaan dan penyelengaraan pemberantasan buta aksara atu buta huruf di daerah-daerah se-Kaltim. kita berusaha untuk mengejar angka buta aksara yang saat ini sekitar 1,7 persen itu agar terus berkurang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim, usai membuka Diklat Penyelenggara Pemberantasan buta akasara baru-baru ini. Ditambahkan, sesuai dengan komitmen Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Maka, diklat yang diselenggarakan bagi tutor PBH guna mengurangi angka kebuta-aksaraan itu. Saat ini angka buta aksara (buta huruf) masih cukup tinggi mencapai 1,7 persen walaupun masih dibawah rata-rata secara nasional sekitar 4,79 persen. Keinginan Gubernur pada 2013 angka buta aksara Kaltim harus dibawah satu persen. "Karenanya, Disdik Kaltim bersinergi dengan pengelola di kabupaten dan kota melakukan pendataan dan pembinaan. Sehingga bagi masyarakat yang sudah mengikuti proses pembelajaran buta aksara (kejar paket A, B dan C) akan terus dibina, sedangkan yang belum akan dikumpulkan pada kelompok-kelompok belajar untuk mengikuti program ini,"ujarnya. Selain itu kata Musyahrim, bagi peserta didik program ini diberikan pelatihan tambahan berupa pelatihan keterampilan-keterampilan. Sehingga para peserta didik tersebut selain mampu baca tulis juga memiliki keterampilan terhadap suatu keahlian pada bidang kerja tertentu. “Guna mendukung kesuksesan program ini, maka kabupaten maupun kota hendaknya menjalin kerjasama dengan pihak swasta terutama para pengusaha lokal agar memberikan perhatian yang besar terhadap pengembangan dan pengelolaan pendidikan di daerah. Dan melalui dukungan pendanaan yang dimiliki perusahaan itu besar manfaatnya guna pengembangan potensi-potensi lokal yang ada di daerah tersebut. Diharapkan, kemampuan baca tulis itu didukung dengan kemampuan kerja, maka akan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri,"paparnya.mar/adv
|