Kaltim Respon Sekolah Olahraga Real Madrid2011-11-08 00:54:04
SAMARINDA, Pemprov Kaltim merespon baik atas dibangunnya sekolah sosial olahraga (Social Sport School) Real Madrid Foundation (RMF) di Kaltim. Di mana, yayasan RMF ini bekerjasama langsung dengan Liga Pendidikan Indonesia (LPI). Demikian dinyatakan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Farid Wadjdy ketika ditemui kemarin. “Saya pikir, rencana pembentukkan sekolah sosial olahraga Real Madrid melalui RMF dan LPI cukup bagus. Apalagi program yang ditawarkan sesuai dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim khususnya dalam upaya meningkat sumber daya manusia Kaltim,” ujar Wagub Kaltim Farid Wadjdy usai menerima Tim Real Madrid Foundation di Pendopo Lamin Etam kemarin. Kehadiran sekolah sosial olahraga ini nantinya mampu meningkatkan semangat atau spirit baru dan suasana baru terutama dalam memacu membangkitkan prestasi olahraga sepakbola di Samarinda bahkan Kaltim. Karenanya, Pemprov Kaltim bersama jajaran khususnya instansi terkait baik Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta Badan Narkotika Nasional Kaltim perlu melakukan kajian lebih mendalam. Terutama mengenai kerjasama yang lebih detail terutama pembahasan terhadap tata kelola pembiayaan, tata kelola manajemen serta pengelolaan untuk jangka panjang atau keberlanjutan pelaksanaan program bagi siswa didik sekolah sosial olahraga ini. “Setelah itu, diharapkan ke depan ada gambaran lebih tentang kerjasama yang dilakukan kedua belah pihak antara Real Madrid Foundation dengan pemerintah daerah. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan dibentuk yayasan di daerah yang ikut terlibat untuk menangani sekolah sosial sepakbola ini,” jelas Farid Wadjdy. Sementara itu Area de Proyectos Internacionales Real Madrid Foundation Ignacio de Almagro mengatakan pembentukkan sekolah sosial olahraga Real Madrid ini sebagai tindak lanjut penandatanganan letter of intent antara Liga Pendidikan Indonesia dengan Real Madrid Foundation di Real Madrid Spanyol. Sekolah ini dikhususkan bagi anak usia 6-17 tahun yang akan diberikan pendidikan olahraga sekaligus pendidikan prilaku. Selain itu, Yayasan Real Madrid telah membina 160 sekolah di 55 negara dengan anak didik sekitar 30 ribu siswa yang tersebar di negara Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, Asia bahkan Eropa. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim mengatakan bahwa tawaran kerjasama ini merupakan suatu peluang bagi Kaltim untuk mengembangkan sekolah berbasis pendidikan dan olahraga. Dijelaskannya, setelah visitas ini maka akan dilanjutkan dengan perumusan proposal lengkap pendirian Sekolah Sosial Olahraga Real Madrid Foundation yang ditargetkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 15 Desember 2011 ini. Kedatangan yayasan RMF untuk memeriksa kesiapan sekolah yang dipusatkan di kompleks Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Apalagi, dari pantauan wartawan kehadirannya RMF disambut sekitar 200 calon murid sekolah sepak bola Real Madrid di Samarinda. Mereka sebagian besar berasal dari keluarga kurang mapan, namun tak memiliki tempat untuk menyalurkan bakat di sekolah sepak bola resmi di Tanah Air. Real Madrid telah membuka sekolah serupa di 55 negara di dunia. Untuk Indonesia, Real Madrid akan membangun di tujuh provinsi sebagai percontohan. Di sekolah sepakbola ini, Real Madrid tidak menyumbangkan dana. Namun, Real Madrid memberikan kurikulum serta pelatihan terhadap pelatih. Selain itu, nama besar Real Madrid bisa digunakan di Indonesia tanpa harus membayar. Suryadi Gunawan, penghubung Sekolah Real Madrid di Samarinda, mengungkapkan secara materi siswa sekolah sudah siap. Soal pendanaan, ia mengungkapkan, telah bekerja sama dengan pengusaha di Samarinda untuk mendukung jalannya sekolah sosial ini.mar/adv
|