Minggu Ini Pemkot Gelar Mutasi Tingkat Atas2011-11-08 01:03:55
Balikpapan, Sejumlah kursi kosong di jajaran pemerintah kota Balikpapan (Pemkot) dalam waktu dekat ini akan terisi termasuk kursi asisten II yang ditinggal Drs. MN Fadly, yang kini duduk sebagai Sekdakot Balikpapan menggantikan pejabat sebelumnya Heru Bambang, SE, yang kini menjabat Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan. Sumber resmi di Pemkot Balikpapan, ada sejumlah pejabat yang bakal menikmati roling jabatan atau perpindahan jabatan dan ada pula yang memang dipromosikan menduduki kursi baru di SKPD lainnya namun intinya yang menjadi perhatian utama adalah kursi Asisten II yang sudah ditinggal kosong beberapa bulan belakangan ini. Namun sumber resmi itu mengatakan kalau untuk menempatkan seseorang pada posisi strategis sekarang tidak mudah karena harus melalui beberapa tahapan dan makin sulit seperti harus mengikuti uji kompetensi tujuannya untuk menciptakan pemerintahan yang baik olehnya dibutuhkan pejabat yang cerdas dan menguasai pekerjaan yang amanatkan. Masih menurut sumber resmi itu, setiap pejabat yang akan alih esselon atau naik esselon harus lebih dulu mengikuti program uji kompetensi yang dinekal dengan nama Quasi Assessment Program (QuAP), dan QuAP ini bertujuan mengukur sejuah mana kemampuan pejabat itu sehingga untuk menempatkan mereka pada jabatan tertentu pimpinan punya pertimbangan. QUAP, kata sumber itu. Dia menjelaskan saat ini ada dua program uji kompetensi, selain QuAP, juga ada Assessment Program (AP), untuk sistem QuAPdigunakan bagi pejabat struktural eselon IVyang hendak menuju esselon III, sedangkan sistem AP, diprogramkan bagi pejabat pemkot esselon III yang akan beralih menuju esselon II. Dia menjelaskan, penerapan prinsip objektifitas dapat dilakukan dengan dilaksanakan QuAP dan AP, hasilnya nanti, sangat berguna untuk keperluan dan atau job target tertentu dengan pertimbangan khusus. "Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) ataupun wali kota dan wakil wali kota sudah punya buku rapor yang berisi penilaian dari hasil uji kompetensi tersebut, jadi kegiatan Quasi dan Assessment ini tidak dilakukan saat hendak mutasi, jauh-jauh hari kita juga bisa lakukan sehingga apabila tiba saatnya ada rencana mutasi, kita tinggal buka rapornya saja kendati itupun hanya level pimpinan yang bisa buka, Kepala BKD juga tidak bias," ujarnya. Dikatakannya, saat ini QuAP telah distandarisasikan untuk menyeleksi calon pegawai yang menduduki jabatan pada tingkatan middle manager yang mempunyai karasteristik mengukur potensi dan kompetensi yang dibutuhkan di tingkat middle manajemen serta teknik penilaian yang beragam, sementara AP pada tingkatan manager tujuannya untuk mengevaluasi potensi dan kompetensipara kandidat. max
|