Bertahun-tahun Banjir Ancam Balikpapan2011-11-08 01:07:37
Balikpapan, Sejumlah masyarakat Balikpapan mengaku kecewa soal penanganan banjir oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sebab sudah puluhan tahun namun masalah banjir tidak bias teratasi dengan baik sehingga sebagian warga kota yang tinggal disejumlah titik banjir harus was-was ketika turun hujan, apalagi sampai berjam-jam. ‘’Pemerintah kota Balikpapan sepertinya kehilangan akal untuk mengatasi banjir di sejumlah titik dikota Balikpapan ini, buktinya setiap hujan turun maka yang dikhawatirkan warga akan terjadi banjir baner-benar terbukti, warga menjadi tidak tenang dan itu berlangsung bertahun-tahun namun apa yang diharapkan sama sekali tidak ada perubahan,’’ kata Suradji, M Hamzah dan Ny. Murni, ketiganya warga Gunung Sari Ilir, Warga Damai, ketika diminta keterangan soal banjir di Balikpapan beberapa tahun belakangan ini. Menurut Suradji, peristiwa 1976 ketika kebun binatang di Balikpapan dihantam banjir besar kemudian berlangsung dari tahun ketahun namun sampai saat ini ancaman bagi warga disejumlah titik rawan banjir belum ada perubahan, kemungkinan kalau sudah ada korban jiwa lagi baru kemudian pemkot serius mengatasi banjir, coba bertahun-tahun hanya jalan longsor di Gunung Pasir yang tuntas, lainnya belum, apalagi di Kelurahan Damai. ‘’Anggaran mengatasi banjir dari tahun ke tahun terus digulirkan tapi belum bias tuntas, sebagai warga masyarakat tentunya kami berhak bertanya dimana kendala sehingga pemkot Balikpapan benar-benar kesulitan mengatasi banjir di Balikpapan, kalau terus dibiarkan maka ancaman banjir akan lebih melebar lagi,’’ ujar Suradji, yang mengaku akan menyampaikan keluhan ini langsung ke DPRD Balikpapan. Komisi III DPRD Balikpapan, menyoroti serius masalah penanganan banjir yang selama ini dilakukan Pemkot Balikpapan, banjir sudah dianggap sebagai masalah klasik yang belum dapat ditangani secara maksimal oleh Pemkot Balikpapan, padahal anggaran untuk penanggulangan banjir tiap tahun digelontorkan. Juru bicara Komisi III, Abdul Yazid dalam rapat kerja daerah DPRD Balikpapan, di Hotel Grand Tiga Mustika kemarin, mengusulkan beberapa program kerja yang dapat dilaksanakan instansi terkait dan dianggarkan di tahun anggaran 2012, terkait upaya penanganan banjir di Balikpapan. Karena masalah banjir ini belum tuntas diatasi sangat membutuhkan keseriusan dalam penangannya, kalau saya lihat progres penanganannya selama ini memang cukup serius hanya saja jalannya yang anggak lamban perlu lebih serius lagi, jangan sudah terjadi banjir baru kemudian membicarakan lagi penanganannya, ujar Yazid, menyikapi masalah banjir di Balikpapan. Pria yang juga Ketua Fraksi PDIP tersebut mencontohkan, lambannya penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Balikpapan, seperti upaya normalisasi Sungai Ampal, yang dinilai lamban akibat alotnya proses pembebasan lahan padahal pemkot punya cara lain untuk secepatnya bias dilakukan negosiasi pembebasan lahan tanpa harus melanggar undang-undang dan ketentuan lainnya. Yazid mengatakan mewakili Komisi III mengusulkan kepada Pemkot Balikpapan untuk mengambil langkah-langkah kongkrit dalam upaya penanganan banjir di Balikpapan, kami mengusulkan untuk memaksimalkan normalisasi Sungai Ampal, serta mengalokasikan anggaran untuk melakukan pengerukan terhadap sedimentasi di seluruh drainase dan saluran terbuka, yang selama ini sering menjadi penyebab banjir di Balikpapan. Menurut Yazid, pengerukan disejumlah titik yang terjadi sendimentasi tinggi termasuk dimuara sungai harus menjadi prioritas dan harus dilakukan secara rutin, jangan menunggu sedimennya sudah tinggi atau aliran sudah tersumbat baru dilakukan pengerukan, katanya menambahkan. Ia juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat Balikpapan, agar bersama-sama Pemkot melakukan upaya penanganan banjir di wilayah masing-masing, selain itu mohon dukungan masyarakat yang punya lahan disepanjang titik banjir yang perlu perluasan agar bias ikut membantu kepentingan orang banyak, jangan minta penggantian lahan dengan harga diluar Nilai Jula Obyek Pajak (NJOP) yang kemudian membuat pemkot sulit memenuhi keinginan pemilik lahan. Selain itu kami ingatkan agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah di parit yang bias membuat kebuntuhan aliran sungai, kemudian terjadi banjir, kalau ini tdak menjadi perhatian kita semua maka dipastikan ancaman banjir di kota ini akan terus terjadi. ‘’Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat apalagi membuang di parit-parit dan terus mengikuti aturan Pemkot termasuk aktif kerja bakti membersihkan lingkungan,’’ ujarnya menambahkan. max
|