Warga Malang Tewas Menggantung di Mapolsekta Utara

2011-11-09  03:35:37

Balikpapan,Nasib Sueb (28) warga Malang, Jawa Timur (Jatim) yang bermaksud dating di Balikpapan untuk mencari pekerjaan gagal mewujudkan mimpinya karena ketika dia diinapkan di Mapolsekta Balikpapan Utara, justru ditemukan tewas tak bernyawa dengan menggantung diri namun malang bagi jajaran Polsekta Balikpapan Utara terutama personal yang bertugas saat itu termasuk Kapolsekta Balikpapan Utara Kompol. Andreas Susanto, harus berurusan dengan pihak Propam Polda Kaltim terkait kematian Sueb.
Sueb, pria yang sedang mencari pekerjaan akhirnya terlantar di Balikpapan dan ditemukan Nur Hayati, selanjutnya menyerahkan yang bersangkutan di Mapolsekta Balikpapan Utara, dia mengalamiu tekanan hidup (Depres, red) sangat berat, apalagi dia itu tidak memiliki ketrampilan khusus sehingga sulit mendapatkan pekerjaan akhirnya dia pasrah dan diinapkan di Mapolsekta Utara.
Setelah berada di Mapolsekta Utara ini, Sueb bekerja membantu membersihkan ruangan-ruang yang ada termasuk halaman dan itu dikerjakannya dengan tulus hati, buktinya dia tidak mengeluh selama dua hari berada di Mapolsekta Utara itu sampai dia ditemukan tewas menggantung, Jumat (4/11) sekitar pukul 09.00 Wita.
Tubuhnya ditemukan tergantung pada seutas kabel di ruang Obsnal Mapolsek Balikpapan Utara dan belum satupun personil mengetahui kasus itu, setelah beberapa saat seorang personil memasuki ruang Obsal Mapolsekta Balikpapan Utara, dia terkejut karena yang dia lihat justru Sueb sudah tidak bernyawa menggantung dengan seutas kabel listrik, karuan markas polisi sektor utara yang berada di Km. 0 Jln. Sukarno-Hatta, Kelurahan Muara Rapak geger.
Saat ditemukan, sebenarnya nyawa Sueb masih dalam keadaan kritis, dari mulut Suep terus mengeluarkan air liur, selanjutnya langsung melarikan korban ke UGD RS Kanujoso, namun ditengah perjalanan korban meninggal dunia, dia meninggal justru di tengah perjalanan menuju RSYD Kanudjoso Djatiwibowo.
Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono melalui Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Andrias Susanto membenarkan peristiwa itu, kematian pria yang tidak memiliki keluarga di Balikpapan menjadi musibah bagi jajaran Polsek Utara, buktinya aparat polsek harus diperiksa oleh Dit Propam Polda Kaltim termasuk Kapolsekta Balikpapan Utara Andreas Susanto.
"Maksud hati kami menampung korban karena sudah beberapa hari tidak mendapatkan pekerjaan dan dia terlantar, dia berada di Mapolsekta diperlakukan sebagai warga biasa yang tengah kesulitan mendapatkan pekerjaan, dia baik dan rajin selama berada di Mapolsekta Utara, hanya saja kami tidak tahu kenapa justru dia memutuskan bunuh diri, dari pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan, namun kami serahkan pemeriksaan kasus itu kepada Propam,"katanya.
Nur Hayati, warga yang pertama kali menemukan korban mengatakan jika korban saat itu berniat besar untuk pulang kampong tapi tidak ada biaya untuk pulang, dia juga mengaku kalau dia tidak ada keluarga di Balikpapan, dia sempat saya antar kerumah saya dan saya kasih makan, ujar Nur Hayati yang mengaku ikut diperiksa di Propam Polda Kaltim.
Tindakan nekat korban sepertinya sudah direncanakan. Tali kabel yang berada di ruangan Obsnal dijeratkan ke lehernya, dia memanfaatkan kosongnya ruangan yang tengah ditinggal petugas usai apel pagi karena saat itu kami semua berolahraga rutin setiap Jumat, dia sudah berada di Mapolsekta Utara sejak Selasa (1/11) lalu, jelas Andrias menambahkan.
Sumber resmi di Polda Kaltim mengatakan akibat kasus bunuh diri itu akhirnya semua petugas di Mapolsekta Utara hari kejadian itu termasuk Kapolsekta Utara diperiksa Propam Polda Kaltim, sementara mayat Suep konon masih berada di ruang mortuary, Rumah Sakit Umum (RSU) Kanujoso Djatiwibowo.
Secara terpisah, Kepala Pembinaan Kesejahteraan Sosial (Binkesos) Pemkot Balikpapan, Bahrian SST saat dikonfirmasi soal kematian Suep mengaku sangat terkejut, dia mengatakan prosedur pemulangan orang telantar bisa cepat dilakukan tergantung jadwal kapal dari daerah yang hendak dituju.
Sebenarnya, beberapa jam sebelum kejadian, petugas berencana akan membawa Suep ke Dinas Tenaga Kerja Sosial (Disnakersos) untuk ditampung sementara selanjutnya dipulangkan kedaerah asal namun semua itu terlambat.
Masih menurut Kapolsek Utara Kompol Andrias Susanto, jajarannya sudah menjalankan prosedur yang baik ketika mendapati warga telantar di wilayahnya, untuk mengetahui siapa Sueb itu sebenarnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian di Malang dan diketahui kalau dia (Sueb, red) itu berasal dari keluarga tidak mampu, untuk itu jenasah Suep akan dikuburkan di Balikpapan dan proses penguburan dilakukan oleh jajaran Polsek Utara setelah semua informasi dikumpul pihak penyidik Propam. max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1234 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...