Kukar Gelontorkan Rp 33 M untuk JamkesdaDPRD Kediri Sharing Program Kesehatan
2011-11-10 23:40:10
TENGGARONG, Guna meningkatkan kesehatan seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemerintah Kukar tidak setengah-setengah dalam memberikan pelayanan kesehatan, hal ini terbukti semakin besarnya dana yang disiapkan oleh Pemerintah Kukar dibidang kesehatan, salah satunya dengan menyiapkan dana sebesar Rp 33 miliar untuk tahun 2011 melalui program Jamkesda. Dana tersebut jauh lebih besar dari dana Jamkesda ditahun 2010 lalu yang hanya sebesar Rp 6 miliar. Penjelasan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan M Indra didampingi Kepala Dinas Emi Dasimah ketika menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kediri di ruang eksekutif kantor Bupati Kukar, Selasa (8/11) lalu. Kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kediri ke Kukar, khususnya Komisi IV tersebut dititik beratkan dibidang kesehatan, terutama pengelolaan progam kesehatan, seperti Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Persalinan (Jampersal) di Kukar. Menurut Emi Dasimah, program Jamkesda dilaksanakan di Kukar baru berjalan tiga tahun, yaitu sejak tahun 2009 lalu. Sedangkan untuk pelayanan Jamkesda menggunakan mekanisme kapitasi dan klaim untuk puskesmas dan klaim sesuai tarif untuk Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) rumah sakit. Dalam memberikan pelayanan ke masyarakat Dinkes Kukar melalui UPTD Jamkesda bekerjasama dengan 30 puskesmas dan jaringannya se Kukar, serta beberapa rumah sakit yang ada Kaltim, seperti RSU AM Parikesit Tenggarong, RS Aji Batar Agung Dewa Sakti Samboja, RS Bontang, RS Awahab Sahrani dan RS Abdul Moies Samarinda, RS Kanudjoso Balikpapan, RS Jiwa Samarinda, serta bekerjasama dengan PMI Cabang Tenggarong, Balikpapan, dan Bontang. “Tahun 2009-2010 peserta Jamkesda hanya diperuntukkan bagi pegawai tidak tetap daerah (T3D) dan Ketua RT se Kukar dengan jumlah peserta kurang lebih 8.947 jiwa, namun ditahun 2011 pesertanya adalah seluruh penduduk Kukar yang memiliki KTP dan KK Kukar dan belum memiliki jaminan kesehatan termasuk anak/angggota keluarga lain dari pemilik Jamkes yang jumlah pesertanya kurang lebih 432.422 jiwa,” ujar Emi lagi. Terkait dengan Jamkesmas, kata Emi Dasimah pelayanan Jamkesmas di Kukar sampai tahun 2011 masih mengacu pada data masyarakat miskin (maskin) tahun 2008 yaitu sebanyak 120.035 jiwa, sedangkan verifikasi data terbaru maskin masih menunggu dari Dinas kependudukan dan Catatan Sipil, dan dari BPS. “Kukar sendiri mendapat alokasi dana dari Kementrian Kesehatan, untuk dana Jamkesmas sebesar Rp.708.717.000, dan Jampersal Rp.762.273.000. Tahun ini tidak banyak puskesmas yang memanfaatkan klaim dari Jamkesmas dan Jampersal, dikarenakan klaim lebih banyak dilakukan melalui program Jamkesda,” ujar Emi lagi. Pertemuan anggota komisi IV DPRD Kabupaten Kediri dengan Pemerintah Kukar, diakhiri dengan tukar menukar cendra mata. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RS AM Parikesit Tenggarong Teguh Slamet Widodo, Kepala Bapemas dan Pemdes Syamsie Juhrie, Kadis Kesehatan Emi Dasimah, dan beberapa staf Dinkes. (adv)
|