Disnak Siapkan Ternak SLUTernyata Butuh Waktu 7 Tahun
2011-11-10 23:44:42
TENGGARONG,Dalam waktu tiga hingga 4 tahun ke depan, Kutai Kartanegara dipastikan bakal memiliki Sapi Lokal Unggul (SLU). Keunggulannya terletak selain bobotnya bisa mencapai hingga 1 ton, juga diklaim mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan georafis di daerah ini. Serta memiliki kemampuan produksi dan reproduksi yang tinggi dan tahan terhadap penyakit. Upaya terobosan menciptakan SLU Kukar itu sudah dicanangkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kukar sejak 4 tahun lalu. Lokasi yang dipilih bagi pemusatan penciptaan SLU berada di Desa Lebaho Ulaq Kecamatan Muara Kaman. Kepala Disnakeh Kukar H Suriansyah ditemui saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Tenggarong Senin (7/11) lalu mengakui jika pihaknya sejak 4 tahun lalu hingga kini fokus pada upaya penciptaan SLU Kukar. Upaya penciptaan SLU itu kini pengelolaannya dilakukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengembangbiakkan, Pembibitan dan Pembenihan Ternak Sapi (P3TS) Disnak Kukar. Dimana saat ini ternak sapi Jantan dan Betina di UPTD Lebaho Ulaq berjumlah 300 ekor yang sebagian besar berjenis Sapi Bali. “Karena sapi Bali adalah sapi khas Indonesia dan salah satu dari 3 jenis ternak sapi yang dikembangbiakkan di dunia ini, disamping sapi asal daratan Eropah dan sapi dari Asia Kecil di India,” katanya. Ditambahkan, pengembangbiakkan, pembibitan dan pembenihan SLU dimungkinkan setelah adanya Undang Undang No 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). Sebelum ada UU PKH daerah tidak boleh melakukan upaya tersebut dan hanya boleh dilakukan secara terpusat dan bersifat nasional. "Kenapa harus menunggu hinga 2014 atau 3 tahun lagi kehadiran SLU Kukar. Karena secara teknis menciptakan SLU butuh waktu minimal 7 tahun dimulai sejak 2008 lalu,” ujarnya. Dalam kurun waktu itu berlangsung proses rekayasa genetik diantaranya memanfaatkan bioteknologi modern dan aplikasi teknik perekaysaan genetik lainnya. Sedang SLU adalah kebijakan mempertahankan populasi ternak ruminansia betina produktif guna memenuhi kecukupan kebutuhan konsumsi protein hewani masyarakat. Disamping dukungan terhadap percepatan program strategis Pemkab Kukar Gerbang Raja. Di Indonesia P3TS Provinsi Bali sudah menghasilkan SLU, dimana ternak sapi yang dipelihara peternak setempat lebih berbobot serta sehat-sehat. Padahal jenis sapi yang diternakan di Bali itu secara genetis maupun penanganannya tidak ada perbedaan sama sekali dengan yang ada di Kukar. “Termasuk cara pemeliharaan maupun jenis sediaan pakan,” ujarnya. Menurutnya jika di Bali sapi yang diternakan itu minimal memiliki berat badan 600 kg dan tertinggi bisa mencapai hingga 1.000 kg atau 1 ton. "Sementara sapi yang diternakan para peternak kita paling top bobotnya mencapai 550 hingga 600 kilogram. Artinya, jika sapi di Kukar ini diklasifikasikan berukuran (Large-red), maka bagi peternak di Bali dianggap sapi ukuran S (Small),” terang Suriansyah. (adv)
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...