Warga dan Fraksi PDIP Tolak Raperda Walet

2011-11-11  16:22:44

SAMARINDA, Warga Samarinda khususnya yang tergabung dalam Jaringan Muda Pembaharu (Jamper) Kaltim menolak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sarang Burung Walet, yang dalam waktu dekat akan disahkan DPRD Samarinda.
Bahkan untuk mempertegas penolakan tersebut, Jumat (11/11) hari ini, warga akan menggelar demonstrasi di kantor DRPD Samarinda.
Warga menolak tentu memiliki alasan. Sebab, draf Raperda itu belum berpihak ke masyarakat sekitar sarang walet, khususnya soal limbah dan informasi mengenai ancaman penyakit berbahaya. Termasuk belum adanya kajian akademik dari dewan saat membuat Raperda tersebut.
"Kami secara tegas menolak. Kami minta dewan melakukan kajian-kajian lebih teknis lagi atas keberadaan sarang burung walet itu. Jangan langsung mau sahkan saja. Makanya untuk mengekpresikan penolakan itu, besok (hari ini, red), kami akan menggelar demo menuntut Raperda itu untuk dikaji ulang kembali," kata Fitrah, Kamis (10/11) perwakilan Forum Masyarakat Kaltim Bersatu.
Seharusnya menurutnya, DPRD memikirkan kepentingan masyarakat sekitar sarang burung itu, bukan lebih kepada kepentingan pemasukkan pajaknya untuk daerah. Sebab, sarang burung itu berada di tengah-tengah kota, banyak masyarakat yang tinggal disekitarnya. Terlebih lagi, jika benar informasi adanya penyakit berbahaya, maka pemerintah dan termasuk Dewan yang mengesahkan Raperda, harus bertanggungjawab.
"Ini yang kami lihat hanya untuk kepentingan pendapatan daerah melalui pajak karena melihat menjamurnya sarang burung walet di Samarinda, tapi kepentingan kesehatan, lingkungan dan ketenangan masyarakat, tidak pernah diperhatikan hal seperti itu. Kami justru menduga, kalau dewan yang membuat Raperda itu tak pernah turun langsung melihat bagaimana kondisi di lapangan yang sebenarnya. Hanya melakukan dengar pendapat, setelah itu dibuatlah Raperdanya," ujarnya dengan tegas.
Tak hanya warga, di internaldDewan sendiri jelang akan disahkannya Raperda inisiatif DPRD Samarinda itu, ternyata juga terjadi perpecahan, khususnya Fraksi PDIP. Secara tegas, Fraksi terbanyak jumlah kursinya di DPRD Samarinda itu menolak untuk ikut menyetujui Raperda tersebut. Alasan mereka sama dengan warga yang akan berdemo hari ini, yakni belum ada kajian akademiknya.
"Kami sudah mintakan kepada Dinas Kesehatan agar untuk ada pernyataan resmi, bahwa sarang burung itu memang tak membahayakan baik dari lingkungan maupun kesehatannya. Nah sampai sekarang pernyataan resmi itu tidak ada, ya kami F-PDIP demi kepentingan rakyat, kami harus menolaknya sampai ada pernyataan resmi itu," tandas ketua F-PDIP Marten Rerung. sob

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1234 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...