Kedepankan Tiga PilarMengagas Ekowisata Bahari Berbasis masyarakat di Pulau Derawan dan Maratua
2011-11-11 16:34:08
LEMBAGA Swadaya Masyarakat (LSM) Bestari membuat terobosan melalui ekowisata berbasis masyarakat, yakni usaha jasa lingkungan milik masyarakat dan dikelola oleh masyarakat yang mengedepankan tiga pilar secara berimbang, yaitu ekologi, ekonomi dan evaluating commmunity opinion dalam mengelola sumberdaya masing-masing wilayah secara berkeadilan dan berkelanjutan. ” Melalui rencana ini kami akan melakukan pendekatan yang diterapkan berdimensi luas, yang mencakup kesatuan ideofact, sociofact dan artefact,” ujar ketua LSM Bestari Juhriansyah. Kebijakan dan pengaturan usaha diputuskan berdasarkan kesepakatan, termasuk di dalam nya adalah pengaturan kepemilikan saham, pengelolaan saham dan mekanisme pembagian keuntungan. Usaha milik masyarakat ini dapat memilih status badan hukum sesuai dengan undang-undang niaga dan jasa yang berlaku. Bisa jadi, usaha masyarakat ini dapat dikembangkan menjadi badan usaha milik kampung (BUMK), untuk mengakselerasi proses menuju desa mandiri. Inisiatif mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat telah dimulai sejak 2002, lalu ditindaklanjuti dengan serangkaian kegiatan 2004 – 2007, dimana Bestari memfasilitasi dan memberikan dukungan teknik bagi masyarakat di Pulau Maratua untuk membangun kepercayaan diri menuju kemandirian dalam pengelolaan sumberdaya kelautan secara berkeadilan dan berkelanjutan. Hasil pengkajian dan penggalian diri atas prinsip, nilai dan keyakinan yang dimiliki, masyarakat telah menyepakati untuk membangun rencana kelola ekowisata berbasis masyarakat sebagai sebuah program yang dinilai sangat strategis Rencana Kelola Ekowisata Berbasis Masyarakat kepulauan Derawan 2008 - 2013 berisikan visi dan definisi ekowisata berbasis masyarakat yang sudah dipahami dan disepakati oleh masyarakat. Rencana kelola ini menyajikan kerangka kerja untuk paruh waktu 5 tahun ke depan yang menjadi panduan dalam implementasi. Rencana kelola ini dilengkapi program-program strategis yang komplementer. Setiap program strategis dijabarkan dalam tujuan kunci dan rencana aksi. Fokus dan prioritas diberikan pada upaya-upaya untuk peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan pengelola ekowisata dan membangun jejaring yang akan mendukung fasilitas dan pendanaan. Rencana tersebut didasarkan pada pada hasil - hasil seri diskusi panjang antara Bestari dan masyarakat, kompilasi dokumen prosiding pendampingan masyarakat dan rencana tindak lanjut. Kecamatan Maratua dipilih sebagai titik masuk dalam pengembangan ekowisata bahari berbasis masyarakat di Berau melalui beragam pertimbangan penting, diantaranya adalah aspek ekologi, aspek ekonomi, sosial-budaya, dan aspek geopolitik. Untuk merealisasikan , diatas Bestari bersama masyarakat di Pulau Maratua sejak tahun 2007 hingga tahun 2009 ini telah melakukan serangkaian kegiatan antara lain , melakukan seminar dan lokakaraya semilokal, inisiatif pengembagan ekowisata berbasis penyu di Kabupaten Berau. ” Menghadirkan dengan narasumber Suhartini Sekartiakrarini pakar ekowisata dari Bogor. Seminar itu Input rencana pengelolaan ekowisata. Dan Tahun 2008 dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Wayan Dirgayusa dari Jaringan Ekowisata Desa, Bali,” jelasnya. Lokakarya Pengenalan Ekowisata Berbasis Masyarakat bagi Masyarakat Pulau Maratua tersebut diantara nya, peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan untuk mendukung ekowisataBerbasis Masyarakat. Pelatihan kerajinan dari bahan limbah kelapa, kerang dan kayu, tahun 2006 dan 2007 dengan Fasilitator dari Deprindakop Berau Exchange learning ke Jaringan Ekowisata Desa (JED), Provinsi Bali tahun 2007. Pengenalan dasar akomodasi dan perhotelan untuk homestay (rumah penduduk), tahun 2008. Pelatihan dasar pemandu ekowisata). Pelatihan dasar food and baverage (F&B) dengan menggali makanan khas lokal suku Bajau, tahun 2008 Pelatihan ini didukung oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) – Berau. Pelatihan Dasar Selam (Diving) bagi masyarakat pesisir dan pulau kecil, pelatihan selam bagi kelompok guide ekowisata berbasis masyarakat , kerjasama Bestari – POSSI yang di ikuti 10 peserta, tahun 2010. Rencana ke depan pihak nya akan membangun jaringan pemasaran dengan berbagai pihak, yang terkait dengan pariwisata berbasis masyarakat baik di tingkat Nasional maupun Internasional. Melakukan Identifikasi dan reflikasi program di Kampung yang mempunyai potensi wisata yang dapat di kembangkan oleh Masyarakat Kampung. Diharapkan ada 10 kampung wisata di Kabupaten Berau yang terbangun sampai tahun 2015. Membangun Pusat Informasi wisata berbasis masyarakat di Tanjung Redeb. Menginisiasi berdirinya Berau Ecotourism Assosation (BEA), sebuah lembaga yang anggotanya kampung – kampung yang mempunyai potensi wisata, dan mereka yang peduli dengan ekowisata berbasis masyarakat. ” Wadah ini berfungsi sebagai pusat pemasaran, pendidikan, pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi anggotanya,” papar Rian ( Wanda Nunung Fachrurroziz/ Habis).
|