Pelatihan Gender KNPI Kukar BerakhirHasilkan 8 Rekomendasi untuk Pemkab
2011-11-11 16:38:47
TENGGARONG, Pelatihan Gender yang digelar DPD KNPI Kukar, di aula gedung KNPI Jalan Mawar Tenggarong, Kamis (10/11) kemarin resmi selesai, dan ditutup oleh Sekretaris DPD KNPI Junaidi Ssos MM. Pelatihan yang baru pertama digelar oleh KNPI tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada Pemkab dan DPRD Kukar, sejumlah rekomendasi tersebut , yang pertama menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, baik kekerasan yang terjadi di rumah tangga (RT) maupun ruang publik. Kedua, memberikan akses dan kesempatan kepada perempuan untuk pengembangan diri di sektor pendidikan, ekonomi, politik, social, kesehatan dan budaya. Ketiga, mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat perencanaan, pelaksanaan dan evaluas. Keempat, melakukan pendataan tentang kondisi perempuan dan anak dengan sistem data terpilah dari tingkat desa sampai kabupaten. Kelima, menginisiasi adanya peraturan daerah terkait dengan isu pemberdayaana perempuan dan perlindungan anak. Keenam, mendirikan dan memperkuat lembaga yang terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ketujuh, memenuhi hak-hak perempuan dan anak di lingkup pendidikan, sosial, budaya, lingkungan, ekonomi dan politik. Kedelapan, mendorong transparansi anggaran program pemberdayaan perempuan. Junaidi saat menutup pelatihan tersebut menyatakan, perempuan masa kini seperti saat ini hendaknya mengambil peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan atau bahkan ke politik. “Melalui dapat merubah mindset kaum perempuan yang dulunya hanya seputar dapur, sumur dan kasur menjadi lebih maju dan bisa bersaing dengan kaum laki-laki. Dan tentunya tentunya harus diimbangi dengan tingkat pendidikan yang memadai,” katanya. Sementara itu, dalam kesan dan pesannya, salah seorang peserta, Nani Aida mengungkapkan sangat bangga bisa mengikuti pelatihan gender yang dilaksanakan DPD KNPI Kukar ini. Menurutnya banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat selama menjalani pelatihan. “Sekarang saya lebih mengerti di mana posisi perempuan, baik di keluarga maupun di masyarakat,” katanya. Hal senada diungkapkan Tina Widiarti yang mengaku sempat ragu untuk mengikuti pelatihan ini. Namun ternyata pelatihan yang disampaikan oleh para pemateri yang berasal dari Jakarta ini sangat menarik dan banyak manfaat yang didapat. “Ilmu yang saya dapatkan selama pelatihan ini pastinya akan saya terapkan di keluarga dan masyarakat,” katanya. awi
|