Istri Laporkan Suami ke PolisiAkibat Dianiaya dan Diancam Senpi
2011-11-14 00:12:29
SAMARINDA,Akibat melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Jidan alias Andi Ancah (27) warga Jalan Lambung Mangkurat Gang 3 dilaporkan isterinya sendiri Nani Handayani (21). Selain dianiaya, Nani Handayani diancam dengan senjata api (senpi) oleh suaminya sendiri. Atas laporan sang isteri, aparat kepolisian dari Polresta Samarinda langsung menangkap Jidan alias Andi Ancah di Jl Tongkol, Jum'at (10/11) lalu sekitar pukul 18.30 Wita. ”Pelaku kami tangkap dirumah nenek korban di Jl Tongkol. Dari tangan pelaku, kami amankan barang bukti berupa 2 pucuk senjata api, 5 butir peluru dan sebilah sajam berjenis keris. Bahkan dari tangan pelaku kami juga menemukan narkoba,” kata Kapolresta Samarinda, AKBP Arief Prapto Santoso melalui Kasat Reskrim Kompol Arif Budiman, saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (13/11). Kasus KDRT yang dilakukan Jidan tersebut berawal, Jumat (10/11) sekitar pukul 01.00 dini hari. Nani dan Jidan bertengkar akibat Jidan mencurigai kalau Nani memiliki hubungan gelap dengan kakak iparnya sendiri. Bahkan, tambah Arif, Nani sudah tidak pulang kerumah selama dua hari. ”Akibat pertengkaran tersebut pelaku langsung menendang korban sebanyak tiga kali, memukul pantat sekali sambil menodongkan senpi laras pendek rakitan," jelasnya. Akibat tidak terima dengan perbuatan Jidan, usai pertengkaran tersebut Nani langsung melaporkannya ke Polresta Samarinda, setelah itu Nani pergi kerumah neneknya di Jalan Tongkol. ”Saat korban dirumah neneknya, pelaku mendatanginya sekitar pukul 18.30 Wita. Dan saat dirumah nenek korban pelaku langsung kami amankan dan kami giring ke Mapolresta Samarinda untuk dimintai keterangan,” terang Arif. Dikatakan Arif, saat ini Jidan sudah mendekam di tahanan Mapolresta Samarinda dan sudah ditetapkan tersangka. ”Pelaku akan dijerat dengan pasal 44 undang-undang republik Indonesia Nomor 23 tahun 2004 dengan ancaman diatas 5 tahun. Namun kasus ini masih dalam pengembangan karena selain melakukan KDRT pelaku juga ketangkapan memiliki senpi, sajam dan narkoba,” katanya. Terpisah, Jidan saat ditemui di Mapolresta Samarinda, Minggu (13/11) siang mengaku saat bertengkar dengan Nani tidak sampai menodongkan senpi dikepala. Namun, dirinya hanya menendang dan memukul Nani sebanyak satu kali saja.”Saya hanya tendang dia dan pukul sekali saja. Dan saya tidak ada menodongkan senpi dikepalanya,” ungkap ayah satu anak ini. Ditanya soal asal usul senpi tersebut, Jidan mengaku mendapatkan senpi dari temannya bernama Brekele. Tujuan memiliki senpi tersebut untuk berjaga-jaga, karena sehari-hari pekerjaannnya menjaga sarang burung walet di Bulungan. ”Saya dikasih saja dan baru saya miliki dua bulan, bahkan senpi itu hanya rakitan. Tidak pernah saya gunakan karena hanya untuk jaga-jaga saat sedang menjaga sarang burung walet. opi
|