Eksistensi Menwa Dukung Rasa Kebangsaan di Kaltim2011-11-28 16:14:32
SAMARINDA, Dalam mendukung rasa kebangsaan para mahasiswa yang kini menurun di Kaltim. Maka, esksistensi para Resimen Mahasiswa (Menwa) diharapkan dapat ditingkatkan, sehingga mendukung peningkatan rasa kebangsaan yang dimiliki mahasiswa di Kaltim. Demikian ditegaskan Sekprov Kaltim Dr H Irianto Lambrie ketika membuka Silaturrahim dan Musyawarah Provinsi (Musyprov) Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Kaltim, akhir pekan lalu yang digelar di Ruang Serbaguna Setprov Kaltim, Samarinda. Irianto mengatakan, IARMI Kaltim merupakan organisasi masyarakat yang anggotanya adalah seluruh alumni Menwa di Kaltim. Namun demikian, lanjut dia, perlu diketahui dan direnungkan mengapa setiap manusia perlu organisasi, khususnya yang masuk dalam IARMI Kaltim. Karena, organisasi adalah tempatnya orang berkumpul dan bersosialisasi. “Jadi, organisasi itu merupakan tempat kita berlindung dan mencari solusi, agar lebih baik. Terutama dalam organisasi IARMI ini. Saya berharap organisasi ini dibangun dengan akses kekeluargaan, sehingga organisasi ini juga dapat mendukung program pemerintah yang tengah dilakukan saat ini,” ujar Irianto Lambrie pekan lalu. Meski demikian, singgung Irianto, yakni Organisasi Masyarakat (Ormas) seharusnya dapat mendukung pembangunan di daerah. Tapi, ternyata saat ini malah banyak membangun konflik. “Jika, hal ini terjadi di IARMI Kaltim, tentunya organisasi ini tidak sehat,” jelasnya. Sedangkan mengenai jumlah anggaran Ormas di Kaltim, lanjut dia, anggaran Ormas di Kaltim cukuplah besar. Di mana, anggaran yang diberikan melalui dana hibah sangatlah besar. Namun demikian, meski anggaran yang diberikan sangat besar, tapi bisa jadi petaka apabila tidak dikelola anggarannya dengan baik. “Oleh karena itu, dari sekian triliun anggaran yang diberikan bagi Ormas di Kaltim, saya berharap seluruh organisasi tersebut dapat bersyukur. Karena, jika melihat jumlah anggaran yang diterima Ormas di provinsi lainnya di Indonesia, tentunya Kaltim paling besar. Karenanya, saya berharap kita dapat bersyukur atas anggaran yang besar tersebut,” ungkapnya. Mengenai perjalanan dan perjuangan IARMI Kaltim ke depan, lanjut dia, diharapkan Alumni Menwa di Kaltim dapat menjadi orang yang beruntung. Sebab, ia menilai, apakah saat ini seluruh anggota pengurus Alumni Menwa sudah introfeksi diri, yakni apakah sudah menjadi orang bermanfaat. “Karenanya, saya berharap organisasi ini dapat menjadi organisasi yang dapat mendukung program pemerintah yang ada. Bahkan, yang terpenting saya berharap Organisasi Alumni Menwa tidak berpolitik praktis. Artinya, siapa yang memimpin Alumni Menwa agar tidak menjadikan organisasi ini sebagai batu loncatan untuk meraih kepentingan politik tertentu,” timpalnya. Sementara itu, panitia pelaksana Ahmadi mengatakan, bahwa peserta yang mengikuti silaturrahim dan Musyprov pembentukan pengurus IARMI Kaltim berjumlah 200 orang. Di mana, dari 200 orang tersebut terdiri dari 47 orang penasehat, panitia pengarah dan paniti pelaksana. Kemudian, 70 orang dari perwakilan kabupaten dan kota se Kaltim. Serta anggota IARMI Kaltim sebanyak 83 orang.mar
|