Gubernur Langsung Turun ke Lapangan

Insiden Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara

2011-11-28  16:16:16

SAMARINDA, Setelah mengetahui tepatnya kurang lebih pukul 16.20 wita di Tenggarong, Sabtu (26/11) akhir pekan kemarin masyarakat Kaltim berduka. Jembatan Kutai Kartanegara runtuh dengan hanya menyisakan tiang penahan pondasi badan jalan jembatan tersebut. Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak yang ketika itu berada di Malinau menuju pulang ke Samarinda langsung ke lapangan, di tempat kejadi runtuhnya jembatan.
Awang Faroek mengatakan bahwa sejak runtuhnya jembatan tersebut proses evakuasi terhadap korban yang jatuh dari runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara. Di mana, evakuasi ini langsung dilakukan oleh anggota bataliyon 611 yang dikomando Danrem 091 ASN dan Polres Kutai Kartanegara.
“Saat ini terus dilakukan penyelamat terhadap korban yang jatuh dari runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara ini. Bahkan, diketahui korban yang jatuh cukup banyak, diantaranya ada yang terperangkap di dalam mobil, ada juga yang sempat berenang, kemungkinan korban tersebut menggunakan sepeda motor. Diketahui, pada saat runtuhnya jembatan ini kondisi kendaraan cukup ramai. Apalagi, diketahui ada juga Bus ikut terjatuh,” ungkap Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ketika dikonfirmasi saat berada di tempat kejadian di Tenggarong.
Dijelaskannya, ketika terjadi runtuhnya jembatan, komunikasi terhadap berapa jumlah korban yang jatuh tidak dapat diketahui. Sebab, gubernur mengaku saat itu komunikasi terhadap aparat di Tenggarong Kota masih terputus.
“Namun demikian, korban yang telah dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat di Tenggarong, yakni Rumah Sakit Parekesit Tenggarong dan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahrani di Samarinda,” jelasnya.
Jembatan Kutai Kartanegara diketahui masih berumur cukup muda. Tapi, kenapa sangat cepat runtuhnya jembatan tersebut. Lantas, apakah tidak adanya pengawasan dari jembatan itu, dan diketahui kondisi jembatan rawan ambruk karena ada bagian jembatan yang retak. Gubernur menyebut, jembatan ini selalu diawasi pemeliharaannya. Dan dipastikan kokoh. Di mana, bangunan jembatan ini dibangun oleh perusahaan dari BUMN. Apalagi, lanjutnya, jembatan tersebut merupakan kebanggaan masyarakat Kaltim.
“Jembatan ini, jika tidak salah sudah berusia 10 tahun lebih. Dan, mengenai langkah awal yang tengah dilakukan saat ini terhadap korban runtuhnya jembatan, yakni penyelamatan, baik yang berada di mobil maupun mereka yang tenggelam di dasar Sungai Mahakam ini. Sedangkan mengenai arus sungai ketika runtuhnya jembatan tidak begitu deras,” ungkapnya.
Lantas apa penyebab terjadi runtuhnya jembatan. Gubernur mengatakan hal itu masih terus dikonfirmasi lebih lanjut. “Yang jelas kita akan evaluasi apa penyebabnya. Bahkan mengenai pengawasan juga terus dilakukan untuk perawatan jembatan ini, karena proyek ini adalah proyek pemerintah. Tapi, karena terjadi runtuhnya jembatan ini, maka saya akan mengecek langsung dan menginstruksikan kepada dinas terkait. Baik dari provinsi maupun kabupaten. Sebab, mereka mengetahui persis apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekprov Kaltim Dr H Irianto Lambrie mengemukakan, bahwa terjadi musibah runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan Tenggarong Kota dan Tenggarong Seberang yang tidak dapat diduga dan dihindari manusia. Dan ini, kata Irianto, merupakan kejadian yang langka.
“Mengetahui kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi, terutama Gubernur Kaltim Bapak Awang Faroek Ishak, ketika itu dari Malinau langsung ke lokasi kejadian untuk melihat langsung bagaimana kondisi korban runtuhnya jembatan tersebut. Bahkan, bapak gubernur juga harus menunda keinginannya untuk bersama-sama untuk melaksanakan sholat Maghrib dan Isya bersama di Lamin Etam dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam di Kaltim,” ungkap Irianto.
Sedangkan mengenai langkah-langkah evakuasi untuk penyelamatan korban, kata Irianto, hal itu juga telah dilakukan. “Jadi, untuk evakuasi sementara yang dilakukan Pemprov Kaltim, yakni menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Bidang Bina Marga untuk meninjau lapangan. Dan informasi terakhir yang saya terima ada 4 orang yang ditemukan meninggal dunia. Kemudian 39 orang luka-luka dan selamat,” jelasnya.
Kemudian dari itu, informasi yang diterima langsung melalui Dinas PU Kaltim, bahwa Presiden RI langsung menginstruksikan Menteri PU dan Kontraktor yang dulu mengerjakan pembangunan jembatan tersebut, yakni PT Hutama Karya dari BUMN.
“Jadi, jembatan itu nantinya akan diteliti langsung oleh para ahli peneliti, terkait apa penyebabnya. Setelah itu baru akan dievaluasi,” ucapnya.
Dikaitkan dengan 1 Muharram 1433 Hijriyah ini, Irianto mengatakan kejadian tersebut diharapkan jadi renungan bersama. Sesuai dengan tauziah yang disampaikan Ustadz asal Kabupaten Paser, yakni tahun ini masyarakat diajak untuk introfeksi diri.
“Apa yang keliru yang kita lakukan sebelumnya sehingga musibah-musibah yang terjadi kita alami ini. Tentunya dari sisi inilah kita harus instrofeksi diri untuk melakukan langkah-langkah teknis dari kebijakan pemerintah,” pungkasnya.mar

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1233 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...