Langsung Ditinjau MenteriPerawatan Korban Dibiayai Pemerintah
2011-11-28 16:51:20
TENGGARONG,Bencana runtuhnya Jembatan Kartanegara di Tengarong Kabupaten Kutai Kartanegara Sabtu (26/11) sore lalu langsung ditanggapi pemerintah Pusat, dimana Presiden SBY memerintahkan dua Menteri meninjau langsung lokasi kejadian. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat RI Agung Laksono bersama Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Minggu (27/11) sekitar pukul 02.00 wita dini hari tiba di Tenggarong dan langsung meninjau Jembatan Kartanegara yang ambruk tenggelam ke dasar Sungai Mahakam. Keduanya didampingi Kabareskrim, Dirjen Bina Marga Kemen PU RI, Bupati dan Wakil Bupati Kukar Rita Widyasari- HM Ghufron Yusuf, serta pejabat Pemkab Kukar lainnya. Usai melihat lokasi kejadian, kedua menteri itu juga menyempatkan menjenguk korban yang dirawat di RSUD AM Parikesit Tenggarong. Setelah itu menteri bersama Pemkab Kukar langsung mengadakan rapat dan dilanjutkan dengan jumpa pers. Agung saat itu mengatakan, sejauh ini tercatat 43 korban 4 meninggal dunia dan 37 luka-luka. Dari 37 korban luka yang sempat dirawat di RSUD AM Parikesit itu, hingga subuh tadi (Minggu dini hari, red) sisa 10 orang yang menderita faktur (patah tulang) dan cedera lainnya. Sedangkan korban lainnya sudah diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD. "Korban dirawat dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah," ujarnya. Dikatakannya, pencarian korban disekitar lokasi kejadian diteruskan, namun belum diketahui berapa jumlah korban yang masih belum ditemukan. Pasalnya, menurut pantauan Agung berdasarkan keterangan saksi selamat yang ditemuinya masih banyak kendaraan yang ikut ambruk yang mungkin saja ada korban di dalamnya. Tim pencari yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI semuanya siap melakukan pencarian korban. Mengenai penyebab dari musibah itu, Agung mengatakan belum bisa dipastikan. Karena diperlukan investigasi mendalam agar dapat diambil kesimpulan yang tepat. Tentu saja investigasi tersebut dilakukan oleh para ahli. Diakuinya memang sudah ada beberapa keterangan yang masuk namun belum dapat disimpulkan sebelum dilakukan penyelidikan secara tuntas oleh para ahli tersebut bersama pihak kepolisian. Dikatakan, hari ini juga (kemarin, red) tim ahli PU akan tiba untuk melakukan penyelidikan. Disampng investigasi penyidikan penyebab ambruknya jembatan, kerugian materialnya juga akan dihitung. TRANSPORTASI ALTERNATIF Mengingat jembatan Kartanegara tersebut merupakan menjadi urat nadi ekonomi warga Tenggarong dan skitarnya, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat RI Agung Laksono menginginkan agar segera disiapkan alternatif menggantikan fungsi jembatan yang ambruk. Agar tak terlalu menganggu kegiatan masyarakat seperti sekolah, kerja dan angkutan produksi barang dan jasa yang sehari- hari menggunakan jembatan. Alternatif dimaksud bisa berupa feri penyeberangan selain jalan memutar melewati Samarinda-Loa Janan-Tenggarong. Hal tersebut mengingat bahwa proses rekonstruksi dan rehabilitasi jembatan Kartanegara yang termasuk berteknologi tinggi, sehingga membutuhkan waktu yang tak sedikit. yd
|