PT ASDP Balikpapan Langsung Bergerak Cepat2011-11-30 06:52:36
Balikpapan, Gerak cepat PT Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Feri Indonesia cabang Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan langsung bergerak cepat menyikapi runtuhnya jembatan Kartanegara (Tenggarong, red) Sabtu 26/11 sekitar pkl. 16.27 Wita dengan mengoperasikan dua kapal feri yang selama ini kedua kapal itu melayani transportasi penyeberangan di Balikpapan-Penajam dan satu lagi di Batu Licin. General Manager (GM) PT ASDP Balikpapan, Wisnu Tjahyono, didampingi manager operasional Aswin, kepada media ini mengaku sedang berada di Tenggarong melihat dan mencarikan solusi agar masyarakat yang harus bepergian dari Kota Tenggarong menuju Tenggarong seberang yang selama ini melewati jembatan Tenggarong yang runtuh harus diangkut menggunakan kapal feri. Sejak jembatan Tenggarong itu runtuh, banyak kapal-kapal kayu kecil (Ketinting, red) mulai beroperasi mengangkut warga masyarakat dan sepeda motor baik mereka yang akan menuju kota Tenggarong maupun yang akan menuju Tenggarong seberang, karena transportasi ini cukup beresiko maka pemerintah meminta agar PT ASDP Feri Indonesia Balikpapan mengerahkan dua kapal feri kelokasi jembatan runtuh dan beroperasi saling silang. Menurut Wisnu yang sudah tiga hari berada di Tenggarong mengatakan sudah mendapatkan instruksi dari Direktorat Jenderal Angkutan Darat agar PT ASDP Balikpapan mengerahkan dua kapal feri membantu transportasi penyeberangan warga masyarakat yang selama ini menyeberang melalui jembatan Tenggarong yang runtuh, sedangkan perintah itu langsung dari Menteri Perhubungan EE Mangindaan. ‘’Kami menjalankan perintah untuk mengoperasikan dua kapal feri dilintasan Tenggarong dan Tenggarong Seberang menggunakan KMP Bili dari Balikpapan yang selama ini melayani angkutan penyeberangan Balikpapan (Kariangau)-Penajam (pp), sedangkan satunya KMP Papuyu, yang selama ini mengangkut warga menyeberang Kotabaru - Batu Licin, Kalimantan Selatan,’’ kata Wisnu. Dia juga mengatakan kalau KMP Bili sudah mulai beroperasi terthitung Selasa (29/11) kemarin sore sedangkan KMP Papuyu masih dalam perjalanan atau pelayaran dari Kalsel ke Kaltim, kemungkinan hari ini kapal itu sudah tiba di Tenggarong dan langsung beroperasi bersama KMP Bili masing-masing dari sisi berbeda. Dibagian lain Manager Operasi, Aswin mengatakan pengoperasian dua kapal feri milik PT ASDP tidak bisa ditunda karena kapal-kapal kami selain beroperasi dilintasan perintis juga berperan membantu angkutan laut jika terjadi masalah seperti di Tenggarong, PT ASDP tidak bisa menolak permintaan pemerintah pusat, kami tetap jalankan perintah itu. Sedangkan sistim pengoperasian apakah ada kerjasama antara Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dan Pemerintah Provinsi Kaltim bersama PT ASDP, Aswin mengatakan karena ini permintaan menteri perhubungan maka tidak ada pilihan kami harus jalankan sedangkan bagaimana aturannya masih akan dibicarakan dalam waktu dekat ini, yang penting transportasi masyarakat bisa lancar. ‘’Pasti ada aturan operasional yang harus menjadi beban Pemkab Kukar maupun Pemprov namun yang pasti Kukar akan lebih besar tanggungjawab pengoperasian dua kapal feri milik PT ASDP,’’ kata Aswin, menambahkan.max
|