Dusun Pondok Labu Yang Luput Perhatian Pemerintah

Minim Fasilitas Umum

2011-11-30  07:16:23

TENGGARONG, Dusun Pondok Labu di Kelurahan Loa Ipuh Darat Kecamatan Tenggarong, merupakan salah satu dusun yang masih kental dengan adat dan budaya para suku dayak, khususnya suku Dayak Benuaq. Berbagai ritual adat acap kali digelar oleh warga didusun tersebut, seperti misalnya upacara Ngugu Tahun, adat pernihakan, kematian, serta pemberlakukan hukuman denda kepada warga yang melanggar adat istiadat di dusun tersebut, denda dalam bentuk barang seperti guci, jika tidak ada menggunakan denda berupa uang.“Tradisi dan adat yang berlaku di dusun ini sudah lama bahkan sejak nenek moyang kami yanga da disini, dan sampai sekarang ritual ritual ada dan aturan adat tetap kami berlakukan dan lestarikan,” kata Sehmair Kepala Adat Dusun Pondok Labu yang didampingi Ketua RT 09 Rusdianto, saat menerima rombongan dari tim Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kukar akhir pekan lalu.
Seperti diketahui bahwa Pondok Labu
Pondok Labu merupakan sebuah perkampungan suku Dayak Benuaq yang terletak sekitar 25 km dari kota Tenggarong. Di desa itu dapat dijumpai lamin (rumah adat) suku Dayak Benuaq yang dinding-dindingnya terbuat dari kulit kayu. Bahkan rombongan dari Balitbangda Kukar disambut di lamin adat suku dayak tersebut.
“Kebanyakan di kampung ini adalah warga dari suku dayak benuaq namun ada juga dari suku lain yang ada disini,” katanya.
Jika keberadaan perkampungan pondok labu menjadi sentra kampung adat yang dicoba untuk terus dilestarikan dengan perhatian serius pemerintah, tentu saja akan menjadi keunikan dan daya tarik para wisatawan luar yang ingin berkunjung ke Kukar dan melihat langsung adat budaya di Pondok Labu Tenggarong.
Namun sayang, kondisi jalan untuk menuju ke dusun tersebut masih tanah liat bahkan masih menggunakan jalan perusahaan tambang, dan yang lebih menyedihkan fasilitas umum berupa listrik dan air bersih masih belum ada.
Warga masyarakat di dusun tersebut masih ditopang oleh listrik genzet bantuan dari pihak perusahaan, yang hanya menyala mulai jam .18.00 Wita sampai 06.00 pagi, siang sampai sore tak ada listrik yang menyala, begitu pula ketersediaan air bersih di kampung tersebut juga tak ada. Warga masih mengandalkan air sungai dan air hujan untuk kebutuhan hidup.awi

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1233 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...