Warga Pilih Naik Kapal KelotokJembatan Mahakam II Runtuh
2011-11-30 07:22:27
SAMARINDA,Kapal penyeberangan dari Kampung Baru menuju Desa Loa Ulung, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini menjadi transportasi yang dipilih pengendara roda dua semenjak Jembatan Mahakam II Kutai Kartanegara runtuh. Setiap hari kapal penyebrangan yang terbuat dari kayu mengangkut lebih dari seribu motor. Menurut pemilik kapal, H. Husaini bahwa sejak Jembatan Mahakam II runtuh warga yang mengunakan motor lebih memilih menyebrang mengunakan kapal kelotok ini. Setiap hari bisa sampai lima ratus lebih motor yang disebrangkan dengan harga yang ditarif setiap kali penyebrangan Rp 2.000 per motor dan penumpangnya. "Kami hanya membantu warga sekitar untuk menyebrangkannya. Tarif yang diberikan ini sudah murah tidak memberatkan penumpang kapal," kata Husaini, Selasa (29/11), saat ditemui di lokasi penyebrangan. Ditambahkannya, kapal kelotok ini juga tak jarang mengangkut beban yang berlebihan. Selain penumpangnya dari para pekerja perusahaan, hingga pelajar. Kapal kayu itu tak hanya mengangkut orang, tapi juga kendaraan. Meski kelihatannya bikin deg-degan, pemandangan seperti ini sudah biasa bagi warga setempat. Sebab, mereka tak punya pilihan transportasi lain. "Kapal kelotok ini beroperasi hingga pukul 01.00 malam," ujarnya. Kapal kelotok yang terbuat dari kayu ini sudah lama menjadi alat transportasi bagi warga sekitar sebelum dibangun Jembatan Mahakam II. Jumlah kapal kelotok ini ada lima buah kapal. Jarak tempuh untuk menyebrangi sungai mahakam tersebut hanya 10 menit untuk bisa nyampai kelokasi. "Kami berharap transportasi ini bisa menjadi khas transportasi yang ada di kukar agar bisa menarik para wisatawan," pungkasnya. aon
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...