Berau Tercepat Sahkan Anggaran 20122011-12-05 17:37:17
TANJUNG REDEB, Kabupaten Berau mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi terkait kecepatan dan ketepatan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2012. Hal itu menurut Bupati Berau, H Makmur HAPK merupakan sebuah keberhasilan yang diraih berkat kerja sama yang baik dengan DPRD Berau. Kecepatan Berau mengesahkan APBD 2012 bahkan melampaui Provinsi Kaltim. “Yang jelas kita sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Berau yang mana telah bersinergi dalam melakukan pengesahan ini, dan kami bersama sudah mengagendakan tanggal 25 November untuk untuk pengesahan, ini sudah yang ketiga kalinya,” ungkap Makmur. Kebersamaan itu, menurut Bupati disimpulkan dalam sebuah hubungan baik antara Eksekutif dan Legislative untuk menyelesaikan amanah yang kembali bermuara pada kepentingan masyarakat Berau. Sehingga dengan keberhasilan penyusunan anggaran tersebut, maka ditarget pada Januari 2012 Bupati akan segera menyerahkan Daftar Pelaksanaan Anggaran seluruh SKPD. “Dengan demikian Februari semua kegiatan proyek sudah bisa dimulai dan kita harapkan dapat selesai tepat waktu,” ujar Bupati. Menanggapi Kabupaten Berau lebih cepat mengesahkan APBD 2012 dibanding Provinsi Kaltim, menurut Bupati tidak ada masalah terlebih pada akomodir anggaran yang dikucurkan Provinsi untuk Berau. “Itu sudah masuk dalam system, jadi tidak ada masalah kita bisa langsung memasukan anggaran yang dikucurkan Provinsi kedalam batang tubuh APBD Berau begitu dialokasikan,” tandasnya. Sementara itu Wakil ketua I DPRD Berau H Sa’ga yang mengikuti evaluasi APBD 2012 Kabupaten Berau di Kantor Gubernur Kaltim menyebutkan, selain tercepat Berau juga dinilai oleh tim Evaluasi Provinsi sudah baik. “Memang ada sedikit masukan dari tim mengenai penempatan anggaran, ada beberapa sedikit item anggaran yang salah masuk seperti anggaran dibelanja langsung yang seharusnya masuk di belanja tidak langsung demikian pula sebaliknya, namun tidak banyak,” ungkapnya. Sementara itu mengenai porsi anggaran dikatakan tidak ada masalah. Beberapa masukan dari tim diantaranya kembali mengingatkan Pemkab Berau terhadap pemberian Bansos dan Hibah. Selain itu juga diingatkan mengenai penganggaran dana untuk perawatan jembatan. “Mengenai masalah anggaran perawatan jembatan kita diminta mengalokasikan dana khusus perawatan bertolak belakang pada pengalaman kejadian runtuhnya jembatan di Kukar,” sambung Sa’ga. Menanggapi masalah Hibah dan Bansos, Selain kehati-hatian tingkat akurasi penempatan bantuan menurutnya memang menjadi perhatian Dewan. Sebab tidak sedikit kasus Bansos yang menyeret pejabat kemeja hijau. “kita diminta mengacu pada Permendagri nomor 32 tahun 2011 dalam memberikan Hibah dan Bansos,” tandasnya. as
|