Pengawasan Proyek Penurapan Harus Ketat2011-12-05 17:38:45
TANJUNG REDEB,Tahun 2012 mendatang, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau yang rencananya masih konsentrasi melanjutkan proyek penurapan di sepanjang bibir Sungai Segah dan Sungai Kelay menadapat tanggapan dari Ketua Komisi II Ir Burhan. Dia menyarankan kepada DPU agar pengawasan tetap ekstra. Pasalnya, proyek turap bandara Kalimarau yang longsor tersebut harus dijadikan pengalaman berharga. Menurut dia, kejadian longsor nya badan jalur Teluk Bayur – Tanjung Redeb itu tak akan dilupakan oleh masyarakat, mengingat akibat longsornya badan jalan tersebut sudah membuat susah orang banyak, khusus nya pengguna kendaran roda empat. Pasal nya, ketika kendaraan dari arah Tanjung Redeb mau menuju bandara atau teluk bayur harus memutar ke bagian belakang jalan Cut Nyak Dien. Selain jalan nya sebagian rusak dan agak jauh. Sehingga makan waktu, harus ektra hati – hati, dan terjadi pemborosan BBM. Sehingga dampak lain nya, tarif angkutan kota (Angkot) naik, lantaran jarak tempuh nya labih jauh dari nsemula. “Jadi jangan salahkan masyarakat, kalau akibat kejadian itu banyak masyarakat yang mengeluh,” ungkapnya. Karena itu, lanjut politisi PPP ini, agar kejadian itu tak terulang lagi, DPU diminta harus lebih berhati – hati dalam melakukan pengawasan. Agar turap lain nya seperti proyek turap seperti di Gunung Tabur sepanjang 45 meter, Bujangga 28 meter, dan proyek turap di Sambaliung depan keratin sepanjang 35 meter, tidak terjadi kesalahan fatal. Khusus proyek turap yang di depan keraton Sambaliung ini, diharapkan awal bulan Jauari nanti dapat dilanjutkan sampai depan pabrik es, tepat nya sebelah kiri keraton. “ Kami berharap proses pengerjaan nya pada bulan Januari nanti lebih cepat dari batas waktu yang di tentukan, “ harapnya. Begitu juga rencana penurapan di depan kantor Dinas Kehutanan sampai depan SPBU Bujangga, yang panjang nya sekitar 450 meter, dan bibir sungai eks pasar Gayam Tanjung Redeb, yang alokasi dana nya melalui ABT Tahun 2012 diharapkan bisa terealisasi tahun depan. Agar upaya antisipasi abrasi di sungai Kelay dan sungai Segah juga bisa terwujud. “Karena kita khawatir kalau penurapan ini tidak segera dilakukan, abrasi akibat sungai Kelay dan sungai Segah ini dapat meruntuhkan akses jalur transportasi darat,” jelasnya. Akibat nya, bisa menghentikan segala aktifitas masyarakat, atau minimal bisa menghambat pembangunan di Kabupaten berau semua sektor, baik dari sektor pembangunan infrastruktur, fisik, kesehatan, SDM, pendidikan, perekonomian dan lain sebagai nya. Tutup Burhan. (tim)
|