Nelayan Muara Badak Dapat Bantuan 40 Lacuda2011-12-08 18:54:28
TENGGARONG, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kartanegara beberapa hari lalu memberi bantuan 40 buah Lampu Celup Dalam Air (Lacuda) kepada lima kelompok nelayan bagan tancap Kecamatan Muara Badak. Penyerahan bantuan dilakukan Kepala DKP Kukar AS Syafiyuddin beberapa hari lalu di Kantor Stasiun Bumi Muara Badak Ulu. Bantuan itu sendiri merupakan upaya pihak DKP membantu nelayan meningkatkan hasil tangkap dalam rangka peningkatan hasil produksi perikanan bidang tangkap. Dari lima kelompok nelayan yang mendapatkan Lacuda, diantaranya empat kelompok nelayan berasal dari Muara Badak Ilir dan satu kelompok dari Muara Badak Ulu. Kelompok Sinar laut yang beranggotakan 15 orang mendapatkan 10 buah Lacuda, kelompok Mallusetasi yang beranggotakan 20 orang mendapatkan 7 buah Lacuda, Harapan Baru beranggotakan 15 orang mendapatkan 10 buah Lacuda, Putra Tokolina beranggotakan 20 orang mendapatkan 10 buah Lacuda dan kelompok Usaha Baru beranggotakan 15 orang menadapatkan 3 buah Lacuda. “Lacuda ini sengaja didatangkan dari Semarang sebagai uji coba bagi nelayan bagan tancap dalam menangkap ikan," terang Syafiyuddin sebelum menyerahkan Lacuda kepada perwakilan masing – masing kelompok. Dikatakan, sebelumnya Lacuda ini sudah diuji coba di Kecamatan Marangkayu dan hasilnya sangat memuaskan. "Bukan ikan kecil saja yang didapat tapi ikan besar juga ikut serta," tambahnya. Syafiyuddin menjelaskan, alat penangkap Ikan yang berbentuk Lacuda dirancang sebagai alat daya tarik untuk mengumpulkan ikan sekaligus untuk meningkatkan hasil tangkapan bagi para nelayan di laut. "Bagi nelayan atau para pencari ikan, mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah merupakan tujuan utama, tetapi bila hanya mengandalkan peralatan yang biasa-biasa saja, sungguh mustahil tujuan tersebut akan tercapai," ujarnya. Lanjut Syafiyuddin, nelayan harus memahami benar tentang karakteristik atau prilaku ikan yang akan ditangkap. Menurutnya, bila karakteristik tersebut sudah diperoleh atau diketahui, maka persoalannya hanya masalah waktu, yaitu kapan ikan tersebut akan ditangkap. “Salah satu karakter ikan adalah sensitifitas respon mereka terhadap cahaya, karena itulah sengaja kami memberi para nelayan dalam bentuk alat yang dapat membantu dalam menangkap ikan dan alat bantu tersebut berupa sebuah lampu khusus yaitu Lacuda,” katanya. Lacuda adalah jenis lampu bawah air yang didesain dan dikemas secara khusus dalam satu sistem dan telah teruji tahan hingga kedalaman 12 meter. Lacuda dipasang pada perahu, bagan tancap maupun bagan apung dan dicelupkan ke dalam air dengan penambahan beberapa peralatan untuk menambatkan kabel pada perahu, maupun bagan. Lampu jenis ini dilengkapi pula dengan sistem elektronik, kabel penghubung, dimer dan dioperasikan dengan sumber arus searah (AC) dari genset untuk menghasilkan cahaya 500 Watt dengan intensitas yang terang. Alat ini diperkirakan seharga Rp 1,5 juta. yd
|