Relokasi PKL Citra Niaga Harus Didukung Sistem dan Personil 2011-12-09 12:09:40
SAMARINDA, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, diminta lebih serius dalam upaya melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Citra Niaga, ke area GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa. Proses relokasi harus lebih dipersiapkan lebih matang dengan dukungan personil dari tim pemkot yang memadai. "Harus ada upaya persiapan dan proses yang lebih matang lagi. Karena, ini menyangkut masalah nasib para PKL. Kedepannya," ujar anggota DPRD Kota Samarinda, Misirah, kemarin. Menurutnya, PKL Citra Niaga harus tetap mendapat perhatian serius dari Pemkot Samarinda. Meski telah direlokasi namun harus tetap dilakukan pengawasan dan penataan yang serius. "Relokasi PKL tetaplah memiliki resiko. Nah, resiko ini harus diminimalisir agar tak menimbulkan keresahan yang berujung pada ketidaknyamanan warga," katanya. Soal lokasi relokasi, juga tak luput dari Juru bicara Fraksi PDIP ini saat membacakan pandangan fraksi terhadap RAPBD 2012. Dia mengatakan, tempat relokasi PKL berada di tengah komplek olah raga. Tentu memiliki resiko tinggi, utamanya soal kebersihan dan keindahannya GOR. "Ini yang harus diawasi oleh pemkot. Soal kebersihan dan penataan petakan agar tak menimbulkan kesan kumuh dimana-mana," ujarnya. Hal terpisah, upaya pemberantasan narkoba dalam wilayah kota Samarinda harus ditingkatkan. Dengan melibatkan aparat terkait Pemkot harus mampu mencegah dan memberangus barang haram itu. "Generasi muda di Samarinda harus bebas dari narkoba. Pemkot harus bahu membahu bersama aparat lainnya untuk bersikap tegas terhadap peredaran narkoba," tegasnya. Misirah, mengingatkan untuk menciptakan pemerintahan dan hukum yang bersih dan berwibawa Walikota diminta untuk selalu mengingatkan PNS agar menghindari jeratan narkoba. "Setiap apel pagi harus selalu diingatkan agar para PNS tak salah arah. Beri sanksi yang tegas terhadap setiap kesalahan," katanya. Pelayanan KTP elektronik (e-KTP) juga tak luput dari perhatiannya. Dia menilai layanan pembuatan e-KTP sampai saat ini belum jelas. Selain sistem antrian yang terlalu berbelit-belit juga banyak warga yang belum mendapatkan giliran berfoto. "Warga yang habis foto tak langsung dapat KTP. Ini harus dijelaskan kepada warga," pungkasnya. aon
|