Pengawasan Jembatan Mahakam Perlu Diperketat2011-12-12 18:38:00
SAMARINDA,Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Hj Kasriyah, meminta pihak terkait baik itu Syahbandar Pelabuhan, Dinas Pekerjaan Umum maupun Dinas Perhubungan Kaltim agar lebih memperketat pengawasan dan penggunaan Jembatan Mahakam. "Mengingat pasca runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara tentu arus lalu lintas terpusat di sini, jangan dibiarkan ada kendaraan berat melebihi daya mampu jembatan yang lolos masuk menggunakan jembatan ini," kata Kasriyah, Rabu (7/12) kemarin. Kasriyah juga meminta agar agar Dinas Perhubungan melakukan koordinasi dengan Polresta Samarinda dalam hal pengaturan arus lalu lintas keluar masuk Jembatan Mahakam tersebut. Menurut dia, usia jembatan yang telah memasuki 25 tahun tentu bukan waktu yang singkat bagi jembatan ini menahan beban lalu lintas darat , ditambah lagi dengan riwayat kerusakan beberapa sayap jembatan akibat kendaraan alat berat yang lebar dan besar maupun beberapa kali ditabrak oleh kapal ponton. Untuk itu pengawasan terhadap lalu lintas darat dan angkutan air yang melintasi Jembatan Mahakam agar lebih ketat. "Sehingga jangan dibiarkan jembatan ini menanggung beban berat, melampaui kapasitasnya, serta mengalami kerusakan yang berakibat fatal," kata Kasriyah. Tak hanya itu, Ketua Fraksi PPP ini juga meyakini bahwa Jembatan Mahakam sebagai objek vital karena tingginya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang menghubungkan antara Samarinda Ulu dan Samarinda Seberang sekaligus akses dari dan menujun Kota Balikpapan maupun Tenggarong, sudah dapat dipastikan bahwa jembatan tersebut kini juga menanggung beban lalu lintas yang sebelumnya dipikul oleh Jembatan di Kutai Kartanegara yang telah runtuh. "Pertimbangan seperti ini jugalah yang membuat khawatir, tentunya masyarakat pun tak menginginkan hal serupa terjadi pada jembatan Mahakam," kata Kasriyah. Mengenai keberadaan Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu), dirinya juga meminta agar penggunaan jembatan ini bisa lebih dioptimalkan, sehingga beban penggunaan jembatan untuk arus lalu lintas tak terpusat hanya di Jembatan Mahakam. Kasriyah mengatakan, dirinya sangat memahami meski sebagian besar masyarakat lebih memilih akses melalui jembatan Mahakam karena posisinya lebih dekat pusat Kota Samarinda, namun ia meminta agar bagaimanapun penggunaan Mahulu bisa lebih optimal, lagi-lagi untuk mengurangi beban lalu lintas Jembatan Mahakam. "Ini kiranya perlu menjadi perhatian serius, arus lalu lintas harus benar-benar diatur, terutama saat lalu lintas sangat padat," kata Kasriyah. hms/adv
|