11 Bulan 445 Korban Meninggal Akibat Lakalantas 2011-12-13 21:22:49
Balikpapan, Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) yang terjadi di jalan raya masih mendominasi korban meninggal dunia dan terbilang pembunuh nomor satu di Indonesia, termasuk di Kaltim, selama 2011, mulai Januari hingga November, setidaknya tercatat sebanyak 1.288 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dengan korban meninggal dunia mencapai 445 orang. Korban lakalantas itu terjadi di hampir seluruh wilayah di Kaltim dengan melibatkan semua jenis kendaraan bermotor, sementara korban luka berat mencapai 483 orang, luka ringan 996 orang, total kerugian material mencapai sekitar Rp5,898 miliar. ‘’Jumlah kasus terbanyak di wilayah Kota Balikpapan, yakni 297 kasus, namun jumlah korban meninggal dunia terbanyak di wilayah Kukar yang mencapai 90 orang, umumnya penyebab kecelakaan akibat kelalaian pengedara itu sendiri," kata Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Nurhadi Yuwono melalui Kasi Laka Subdit Bin Gakkum Dit Lantas Kompol Sumarno, belum lama ini. Kendati tercatat kasus kecelakaan tertinggi terjadi di wilayah Kota Balikpapan yang mencapai 297 orang namun korban meninggal dunia tercatat 50 orang, wilayah Samarinda, terjadi sebanyak 212 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 64 orang, sementara di wilayah Kukar kasus kecelakaan mencapai 132 kasus dan korban meninggal dunia sebanyak 90 orang. Selanjutnya di wilayah Tarakan sebanyak 120 kasus dengan korban meninggal sebanyak 26 orang, wilayah Berau sebanyak 112 kasus dengan korban meninggal sebanyak 33 orang dan di wilayah Kutim sebanyak 109 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 31 orang, factor penyebab kecelakaan yang tercatat di Dit Lantas, adalah karena faktor jalan raya dan faktor pengemudi. Kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pengemudi di antaranya adalah tidak tertib berkendara sebanyak 188 kasus, lengah 107 kasus dan melebihi batas kecepatan sebanyak 102 kasus, sisanya adalah karena mengantuk dan faktor lain, sedangkan kecelakaan yang dipengaruhi faktor jalan, di antaranya karena jalan licin sebanyak 159 kasus, jalan rusak 138 kasus dan jalan berlubang sebanyak 106 kasus. Sisanya akibat tikungan tajam, tidak ada marka jalan, tidak ada rambu dan pandangan terhalang, ditinjau dari profesi pelaku kecelakaan, baik korban maupun tersangka, didominasi oleh karyawan swasta yang mencapai 915 orang dan pelajar yang mencapai 217 orang, sisanya berlatar belakang profesi seperti PNS, TNI danPolri, untuk itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan hendaknya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan dan kenyamanan berkendara, jika ada kerusakan jalan, hendaknya berhati-hati, begitu juga saat di tikungan jangan menyalip jika tak aman. max
|