Perencanaan Harus Akurat2011-12-13 21:23:48
TANJUNG REDEB, Anggota DPRD Berau Kurniadi SH mengungkapkan, bahwa Fraksi PDI P memandang perencanaan kegiatan fisik yang sudah ada, dan yang sedang dilaksanakan dinilai masih kurang akurat dan perlu perbaikan. Karena perencanaan bagian yang sangat penting, untuk mensukseskan proses pembangunan di Kabupaten Berau . “Perencanaan ini bagian dari paling vital, untuk mensukseskan pembangunan. Jadi perencanaan itu harus akurat dan tepat sasaran,” katanya. Oleh sebab itu Fraksi PDI P menyarankan kepada kepada eksekutif, agar tahun anggaran yang akan datang, Pemkab Berau merasionalisasikan semua perencanaan, sehingga bisa didapat anggaran yang lebih efisien, dan menghindari tingkat pemborosan dan kebocoran APBD. Menurut Kurniadi, perencanaan yang akurat banyak memberikan manfaat, diantara nya tingkat silfa yang rendah. Karena antara perencanaan dan harga proyek yang tidak terlalu jauh selisihnya, sehingga angggaran bisa digunakan untuk kepentingan prioritas lainnya. Selain itu, lanjut anggota Komisi II ini, proses lelang yang sehat, dan dengan tingkat penawaran realitas nya yang masuk akal. Dan bisa dipertanggung jawabkan. Serta bisa mengurangi resiko kebocoran anggaran, karena antara perencanaan dan real cost yang sukar dimainkan. “Kita tidak menginginkan alokasi dana melalui APBD yang sudah disahkan tidak disesuaikan dengan perencanaan yang matang,” pintanya. Mengingat proses pembahasan APBD 2012 ini perjalanan nya cukup panjang, menguras waktu, tenaga dan fikiran. Dan yang tak kalah pentinya, semua anggaran yang ada dalam APBD murni tersebut hasil jerih payah masyarakat Berau, sehingga harus dikembalikan kepada masyarakat, sesuai harapan nya. Karena nya anggota Badan Kehormatan (BK) ini juga berharap kepada eksekutif, perencanaan yang dinilai oleh kebanyakan Fraksi – Fraksi kurang akurat dan minim nya pengawasan tersebut, kedepan bisa dijadikan pembelajaran. Agar kedepan tidak ada lagi perencanaan dan pengawasan di lapangan tidak akurat. Jadi perencanaan dan pengawasan di lapangan ini harus sinkron. “Kalau perencanaan nya matang, pengawasannya kurang, ini tentu tidak sejalan. Karena hal itu bisa mengurangi kualitan pekerjaan ,” tegasnya. Sehubungan dengan itu, semua lini yang berkompeten dalam kegiatan fisik, mulai dari perencanaan, pengawas, penyedia jasa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) semua harus berkomitmen, menjalankan tugas dan peran masing – masing secara professional, jika pembangunan di Bumi Battiwakal ni ingin sukses. “Mereka ini tidak bisa jalan masing - masing, semua harus bersinergis,” pungkasnya. roz
|