Komisi IV DPRD Usulkan Wajar 15 Tahun2011-12-14 16:24:58
Balikpapan, DPRD Kota Balikpapan menyarankan agar Pemkot Balikpapan segera mencanangkan program wajib belajar 15 tahun. Penerapan program ini tidak lain, untuk meningkatkan kualitas dan kuantintas pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) di Kota Minyak ini, usulan ini disampaikan Komisi IV DPRD Balikpapan, dan mengaku pencanangan wajib belajar 15 tahun tidak berlebihan. Menurut anggota DPRD Balikpapan dari Komisi IV, Sumiran, kita sudah berhasil melaksanakan program wajib belajar (Wajar) 12 tahun, kini saatnya kita kembangkan keberhasilan itu menjadi 15 tahun, artinya siswa di Balikpapan mulai SD (6 thn), SMP (3 thn) dan SLTA (SMA/SMK) 3 tahun sehingga total seluruhnya 12 tahun, kini kita kembangkan wajar menjadi 15 tahun atau ditambah 3 tahun atau tiga tahun tingkat Perguruan Tinggi (PT) sampai jenjang Diploma (D-3). "Rencana ini bisa saja terjadi asalkan pemkot dan sejumlah pihak berkepentingan lain memiliki kemauan, pemkot Balikpapan harus berani mencanangkan pendidikan 15 tahun, tidak sebatas hanya 12 tahun saja, kualitas SDM kita harus terus ditingkatkan,"kata Miran. Menurut dia, wajib belajar 15 tahun merupakan bagian upaya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, apalagi sejauh ini program wajib belajar selama 12 tahun sudah dapat dibilang berhasil tercapai, untuk itu kita harus berusaha keras mewujudkan wajib belajar 15 tahun apalagi kita sudah mengalokasikan anggaran pendidikan di atas 20 persen dalam ABPD atau sekitar Rp. 350 miliar. Apalagi Balikpapan punya Poltekba Negeri, dengan subsidi silang ini sangat bisa dilakukan, tidak mesti gratis, pendidikan murah juga bisa, rincinya. Balikpapan juga ditetapkan sebagai kota vokasi dengan mendorong siswa untuk masuk lembaga pendidikan kejuruan (SMK) dengan perbandingan 60 persen siswa SMK dan 40 persen siswa SMA, sebagai kota vokasi, untuk menjadikan daerah ini sebagai sebuah kota yang berbasis kewirausahaan dan teknologi dengan membangun pendidikan berbasis kejuruan. Kota vokasi sendiri adalah suatu daerah yang memiliki kemampuan besar untuk menjadi pusat pembelajaran kejuruan, penyedia tenaga kerja berkualitas, dan pusat produksi barang dan jasa, bagi siswa SMK yang telah lulus sekolah tidak bisa melanjutkan kuliah, harus kita bantu, kalaupun memang sulit karena factor ekonomi, minimal kita bisa berikan pelatihan untuk menambah keterampilan mereka, misalnya via BLK (Balai Latihan Kerja, red) di Sepinggan. "Kota vokasi juga sejalan dengan tekad pemerintah mewujudkan Balikpapan sebagai kota jasa dan perdagangan, tahun 2012, KTP elektronik akan diterapkan, artinya pergerakan penduduk semakin mudah dan cepat, jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM, maka sangat sulit untuk bersaing dengan daerah lain karena tamatan SMK memiliki keterampilan sehingga bisa bersaing dalam dunia kerja nantinya," ujarnya.max
|