Hindari Seks Bebas Melalui Seminar2011-12-14 16:33:57
TANJUNG REDEB,Untuk meminimalisir prilaku seks bebas dikalangan pelajar, menurut Ketua DPRD Berau Hj Elita Helina , perlu dilakukan suatu kegiatan seperti seminar, dengan mengahadirkan nara sumber dari instansi terkait, seperti dari Dinas Kesehatan dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB. Menurut dia, kegiatan seperti ini sebagai upaya mencegah prilaku seks bebas di kalangan pelajar dan remaja. “ Kami berikan apresiasi yang tinggi bagi siapa pun yang mengadakan acara seperti itu,” ujarnya. Sebab, dengan adanya seminar seperti itu dapat menambah pengetahuan para remaja, tentang resiko hubungan seks pada umur yang belum siap reproduksi. Untuk itu dia berharap dengan seminar ini dapat menambah wawasan para remaja, bagaimana pergaulan yang baik dan menjaga etika pergaulan. Menurut politisi Partai Golkar ini, kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu penyebab terjadinya hubungan seks bebas. Ini berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan, atau berujung dengan pernikahan dini. Parahnya, pernikahan yang tidak dipersiapkan secara matang sangat rentan terhadap kasus perceraian. Lantaran kejiwaan mereka masih labil dan belum siap membina rumah tangga. Ketidakpahaman remaja tentang seks di lingkungan sosial masyarakat merupakan sebuah faktor menunjang seks bebas. Hal lain ditawarkan hanya sebatas komoditi, seperti media-media yang menyajikan hal-hal yang bersifat pornografi, salah satunya internet. Bahkan tayangan televisi pun saat ini sudah mengarah kepada hal yang seperti itu. Dampak dari ketidakpahaman remaja tentang seks education ini, yaitu banyak hal-hal negatif terjadi, seperti tingginya hubungan seks di luar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, penularan virus HIV dan sebagainya. “Kalau sudah terjadi seperti itu, hanya penyesalan seumur hidup yang ada,” tegasnya. Karenanya, agar terhindar seks bebas para remaja perlu mempunyai konsep diri yang positif, seletif terhadap pengaruh lingkungan, mengisi aktivitas waktu luang yang positif, memilih teman pergaulan yang tepat, memiliki sahabat yang baik, menetapkan tujuan masa depan, mengelola waktu dengan disiplin. Pergaulan remaja saat ini, masa yang paling besar rasa keingintahuan sekaligus masa yang paling rentan terhadap dampak-dampak negative, dari ketidaktahuan terutama tentang pendidikan kesahatan reproduksi. “Untuk itu perlu diantisipasi sejak dini, menanamkan nilai moral dan etika,” kata Elita . Komunikasi dari orang tua dan anak pun sangat dibutuhkan, dalam rangka mengontrol masa perkembangan anak agar tidak terjerumus dalam kegiatan-kegiatan yang dapat merusak reproduksi kesehatan. Karena itu peran orang tua juga sangat berpengaruh, untuk mengarahkan prilaku anak yang lebih positif, agar terhindar dari prilaku bergaulan bebas. roz
|