Tarif Fery Berlaku Mulai 1 Januari 20122011-12-14 18:30:03
TENGGARONG,Pengguna jasa penyeberangan Kapal Motor Penumpang (KMP) Bili rute Tenggarong- Tenggarong Seberang sementara ini masih belum dipungut biaya alias gratis dan rencananya tarif baru akan diberlakukan pada 1 Januari 2012. Seperti diketahui, pasca tragedi runtuhnya Jembatan Kartanegara, akses transportasi masyarakat otomatis terputus dan itu menimbulkan permasalahan aktifitas ekonomi yang harus terhambat. Guna mengembalikan roda perekonomian masyarakat Tenggarong dan sekitarnya, pemerintah pusat mengirimkan dua unit kapal fery yakni Kapal Motor Penumpang (KMP) Bili yang sebelumnya beroperasi di balikpapan dan KMP Puyu yang sebelumnya beroperasi di Banjarmasin. Untuk KMP Bili sudah berada di Tenggarong sejak beberapa hari lalu, sedangkan KMP Puyu hingga saat ini belum tiba. KMP Bili sendiri sempat stad by beberapa hari karena harus menunggu penyelesaian pembangunan dermaga sementara. Setelah sehari sebelumnya (Senin 12/12) menjalani uji coba, mulai kemarin (Selasa 13/12) KMP Bili secara resmi mulai beroperasi. Kepala Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Balikpapan, Wisnu Tjahjono menjelaskan, KMP Bili yang beroperasi melayani transportasi penyeberangan Tenggarong ke Kecamatan Tenggarong Seberang (PP), mampu menampung 20 mobil dan 200 orang, namun jika dalam keadaan kosong KMP Bili mampu menampung 180 roda dua. Wisnu menambhakan, sesuai dengan kesepakatan bersama, pihaknya tidak akan memungut retribusi kepada penumpang, baik penumpang yang menggunakan roda empat maupun yang menggunakan roda dua, sampai SK Penetapan Angkutan, SK Ijin Oprasional dan SK Tarif diterbitkan. Itu sesuai arahan Wabup Ghufron Yusuf. “Sesuai arahan Bapak Wabup, per 1 Januari 2012 yang akan datang baru masyarakat kami tarik retribusinya, setelah seluruh kesepakatan mendapat persetujuan bersama, terutama besaran tarifnya,” terang Wisnu. Sedangkan mengenai waktu pelayaran, dikatakan KMP Bili akan beroperasi dari pukul 06.00 wita sampai pukul 20.00 Wita, dengan jumlah pelayaran sebanyak 14 trip, yang terbagi menjadi 7 trip untuk di dermaga Tenggarong, dan 7 trip untuk di dermaga Tenggarong Seberang. Namun demikian, lanjut Wisnu, jadwal tersebut bisa berubah atau bertambah, sesuai dengan situasi di lapangan. Menurut Wisnu, pihaknya akan menambah volume pelayaran KMP Bili jika situasi di lapangan mengharuskan untuk tetap beroperasi, misalnya pada hari libur. yd
|