Ferry Tradisional Tetap Jadi Pilihan Alternatif 2011-12-15 01:12:16
TENGGARONG, Sejumlah warga masih memilih jasa penyeberangan perahu ferry tradisional sebagai transportasi alternatif menyeberangkan kendaraan roda dua dan empat, baik dari maupun menuju Tenggarong. Masih dipilih dan dibutuhkannya layanan jasa ferry tradisional oleh sebagian masyarakat pasca runtuhnya Jembatan Kartanegara dikarenakan atrean yang sangat panjang di dermaga ferry yang disediakan pemerintah, yang membuat warga harus menunggu berjam-jam untuk dapat giliran masuk Kapal Motor Penumpang (KMP) Bili bantuan pemerintah pusat tersebut. Dengan demikian, harapan untuk mempersingkat waktu bagi warga terutama yang menuju Samarinda atau sebaliknya dari Samarinda menuju Tenggarong jadi tetap terhambat, sehingga sebagian memilih jasa ferry tradisional sekalipun harus bayar. Itu mengingat pengguna jasa ferry tradisional tidak harus berlama-lama mengantre. Kenyataan tersebut berdasarkan hasil pantauan Poskota Kaltim di lapangan serta berdasarkan pengakuan sejumlah warga pengguna jasa ferry. Seperti diketahui, beroperasinya KMP Bili dalam melayani transportasi penyeberangan Tenggarong- Tenggarong Seberang (PP) sejak Selasa (13/12) disambut antusias masyarakat. Namun sangat disayangkan, karena hanya satu unit ferry yang beroperasi, akibatnya terjadi antrean panjang kendaraan roda empat dan roda dua, dari depan dermaga penyeberangan sampai pertigaan jalan Woltermonginsidi dan jalan Belida. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Kukar berharap janji pemerintah pusat menempatkan dua kapal ferry guna memulihkan aktifitas dan perekonomian masyarakat Tenggarong dan sekitarnya pasca runtuhnya Jembatan Kartanegara segera direalisasikan, karena saat ini baru satu kapal unit ferry yang ada, sedang satunya lagi hingga kemarin belum juga muncul. Kapal dimaksud adalah KMP Puyu yang didatangkan dari Banjarmasin sebagaimana dijanjikan pemerintah pusat sebelumnya. “Sekarang, KMP Bili sudah dioperasikan. Kita berharap pihak ASDP segera menurunkan satu unit kapal lagi sebagaimana instruksi Menteri Perhubungan, agar kegiatan transportasi melalui Sungai Mahakam ini tidak menimbulkan antrean panjang dalam waktu yang lama,” kata Assisten I Setkab Kukar H Chairil Anwar. yd
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...