Teknologi Leisa untuk Tingkatkan Produksi Padi Sawah2011-12-15 23:32:19
TENGGARONG,Berdasarkan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kutai Kartanegara, teknologi Low External Input for Sustainable Agricultire (Leisa) dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi padi sawah di Kukar. Rabu (14/12) lalu, Balitbangda menggelar seminar hasil kajian peningkatan produktivitas padi sawah dengan teknologi Leisa. Seminar yang berlangsung di ruang pertemuan Balitbangda. Kepala Balitbangda Kukar, Bahteramsyah dalam laporannya mengatakan, peningkatan produksi padi sawah dengan menggunakan teknologi Leisa sangat cocok untuk diterapkan pada sistem pertanian di Indonesia. "Tentunya teknologi Leisa juga bisa dimanfaatkan dalam rangka pengembangan dan peningkatan produksi padi sawah di Kukar," kata Bahteramsyah. Dijelaskan, teknologi Leisa sendiri adalah penggabungan dua konsep, yaitu agroekologi serta pengetahuan dan praktek pertanian setempat. Dengan pehamanan akan hubungan dan proses ekologi, lanjutnya, maka agroekosistim dapat dimanipulasi, guna peningkatan produksi secara berkelanjutan, dengan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan bagi lingkungan. "Kita berharap seminar ini nantinya mampu merumuskan kebijakan dalam peningkatan produktivitas budidaya padi sawah di Kukar, serta dapat memberikan rekomendasi kepada pemkab sebagai acuan dalam mengambil kebijakan peningkatan produktivitas padi sawah di Kukar,” ujarnya. Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M Indra saat membuka seminar mengatakan, pembangunan pertanian dalam arti luas hingga kini masih menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kukar. Dimana sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan. Dikatakan, kontribusi terhadap PDRB ditahun 2010, sektor pertanian masih cukup dominan, baik dengan migas sebesar 6,26 persen dan 21.74 persen tanpa migas. Namun jika dilihat dalam satu dasawarsa terakhir, lanjut Indra, kontribusi sektor pertanian cenderung menurun sebesar 8,25 persen ditahun 2000 menjadi 6,26 persen ditahun 2010. Padahal menurutnya, luas lahan potensial untuk pertanian di Kukar mencapai 2.726.310 ha. Dari potensi yang ada, untuk sementara lahan sawah baru dimanfaatkan mencapai 25.659 ha. Menurut Indra, banyak faktor yang menyebabkan sektor pertanian semakin turun, antaranya luas areal pertanian yang cenderung menyempit, masih rendahnya pengetahuan tentang budidaya pertanian, hingga teknologi yang digunakan dalam pertanian. Untuk itu diharapkan, hasil kajian teknologi Leisa yang dilakukan oleh Balitbangda Kukar bekerjasama dengan Tim BPTP Kaltim dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi padi sawah di Kukar. yd
|