Tasuk Dilengkapi AMISUTA2011-12-20 07:54:47
TANJUNG REDEB, Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Kabupaten Berau, PT Berau Coal mengaplikasikan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui dampingan untuk upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat wilayah perusahaan. Salah satunya memenuhi kebutuhan air bersih di Kampung Tasuk Kecamatan Gunung Tabur. Kampung ini kini dilengkapi dengan pabrik biotek atau pabrik penyulingan air siap minum berkapasitas 1,5 liter per detik. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan dampak positif serta peningkatan ekonomi kampung. Pabrik air siap minum bernama AMITA ini, di bangun dikawasan perusahaan yang beroperasi diwilayah Kampung Tasuk Kecamatan Gunung Tabur yang dikelola oleh badan usaha milik kampung (BUMK). Hasil produksi air siap minum ini dijual keperusahaan pertambangan yang beroperasi diwilayah tersebut, dan keuntungannya dimasukkan ke Kas Kampung. Iwan Suryanto selaku Comdev Superintendent PT Berau Coal mengatakan, proyek pembangunan air siap minum ini didanai sepenuhnya oleh PT Berau Coal dengan tujuan untuk meningkatkan sumber pendapatan kampung. Kapasitas produksi air siap minum dari pabrik itu berkapasitas 1,5 liter per detik atau 5 galon per menit, dan mampu memenuhi kebutuhan air minum untuk sejumlah perusahaan yang beropasi diwilayah tasuk. Kualitas air siap minum di pabrik AMITA ini tidak diragukan lagi kebersihan dan telah melalui uji lab oleh intansi terkait. “Air ini bisa langsung diminum. Tak perlu dimasak lagi,” imbuhnya. Iwan mengatakan, saat ini ada tiga perusahaan tambang yang jadi konsumen tetap memanfaatkan air bersih itu, diantaranya PT Berau Coal, PT Sapta Indra sejati (SIS) danPT Madani. Sumber air yang diolah AMITA ini diambil dari sungai Segah, sekitar 500 meter dari lokasi pabrik Water Treatmen Plant (WTP) pengolahan air siap minum. Pengelolaan air siap minum ini didanai langsung oleh perusahaan, termasuk pembelian bahan kimia, teknisi maupun listrik. Kedepannya, pihak perusahaan juga akan melatih warga kampung untuk mengoperasikan pabrik air siap minum itu, sehingga pabrik ini benar-benar dikelola oleh kampung secara mandiri. Iwan berharap pabrik air siap minum itu bisa jadi perangsang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, dengan membuka berbagai usaha hilir, seperti usaha air minum dalam kemasan dan usaha lainnya. Terpisah, sekretaris Kampung Tasuk, Dahroni, mengatakan, pabrik air siap minum ini sangat berguna bagi pendapatan kampung, pasalanya cukup banyak perusahaan yang membutuhkan air bersih untuk keperluan para karyawannya. Dalam sehari air siap minum yang dikemas kedalam galon berkapasitas 5 liter ini terjual rata-rata 60 – 70 galon per hari dan setiap galon dijual seharga Rp 5 ribu. “Bila sehari rata-rata terjual 70 galon, maka pendapatan kampung sebesar Rp 350 ribu, dan bila digenapkan sebulan maka hasil yang diperoleh bisa mencapai Rp 10.500.000,” ungkap Dahroni. Dahrini juga mengatakan, pihaknya akan mencari terobosan baru untuk memasarkan air siap minum ini, diantarannya memasarkan kesejumlah perkapalan yang mengangkut batubara. Pasalnya hampir setiap hari kapal pengangkut batu bara yang bertambang di lokasi pelabuhan perusahaan. “Potensi ini yang akan kami lirik, bila saja mereka memesan 3-5 galon perhari ini sudah cukup lumayan untuk menambah penghasilan kampung,” tandasnya. hel
|