PNS Polresta Samarinda Dibakar Mantan Suami2011-12-20 08:18:27
SAMARINDA, Malang nasib warga Jl Pelita 3 RT 12 Samarinda Ilir, Sumarsih (45), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polresta Samarinda. Seluruh badannya melepuh akibat luka bakar usai dibakar mantan suaminya, Sumantri (50). Hingga kini Sumarsih masih menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit (RS) Islam Samarinda dan belum sadarkan diri. Peristiwa itu berawal dari perang mulut, Senin (19/12) sekitar pulul 02.00 Wita dini hari. Sumantri yang dinikahi Sumarsih 1 tahun lalu dan akhirnya bercerai itu menyelinap masuk dengan mendobrak pintu belakang rumah. Sumantri meminta kepada Sumarsih untuk rujuk. Namun permintaan itu ditolak Sumarsih. Penolakan itu membuat Sumantri naik pitam, lantas menyiramkan bensin yang dibawanya ke tubuh Sumarsih. Tak sampai disitu, Sumantri pun langsung membakar tubuh mantan isterinya itu. Kejadian itu disaksikan Agil Muslim (13), anak kedua Sumarsih. Kontan saja Sumarsih berteriak sekencangnya meminta pertolongan. Teriakan Sumarsih membuat anaknya terkejut dan terbangun dari tidurnya. Sedangkan Sumantri yang juga turut terbakar langsung berlari melarikan diri ke semak-semak. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, bahwa semasa masih berumahtangga, mereka kerap bertengkar. Pemicunya, Sumarsih meminta cerai, karena saat itu korban menanyakan kepada pelaku apakah memiliki isteri dan anak di daerah jawa. Dan saat itu pelaku menyangkalnya. Tapi akhirnya mereka pun resmi bercerai. Baru 4 hari bercerai, Sumantri datang ke rumah Sumarsih dan terjadikan peristiwa pembakaran tersebut. Kondisi Sumarsih cukup mengenaskan. Wajahnya nyaris tidak dapat dikenali disebabkan luka bakar. Selain wajahnya, tangan dan badannya ikut mengalami luka bakar cukup serius. Demikian juga Sumantri, mengalami luka bakar serius. Hanya saja, Sumantri dirawat di RS Abdul Wahab Syachranie. Kapolresta Samarinda AKBP Arief Prapto Santoso didampingi Kapolsek Samarinda Ilir AKP Febby Hutagalung membenarkan kejadian menimpa Sumarsih, yang tercatat sebagai PNS di Polresta Samarinda. Menurut dia, beberapa setelah kejadian, petugas sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Pelaku sempat melarikan diri, dan Kita kejar. Keduanya, memang terluka bakar setelah sebelumnya sempat ribut," kata Arief. Menurut dia, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya belum bisa meminta keterangan pelaku, karena kondisi pelaku belum memungkinkan dimintai keterangan. "Kami akan akan menanggung seluruh biaya pengobatan Sumarsih," ungkapnya. opi/aon
|