Wawali Kunjungi Korban 2011-12-20 08:19:09
SAMARINDA, Wakil Walikota Samarinda H Nusyirwan Ismail menilai percekcokan di dalam keluarga merupakan hal yang wajar, namun harus diselesaikan dengan bermusyawarah tidak sampai memakan korban. “Cekcok itu wajar, tapi jangan terlalu sensitif dalam menyelesaikan sampai-sampai terjadi begini. Selesaikan dengan musyawarah, bukan dengan menyakiti fisik,” ujar Nusyirwan kepada wartawan seusai menjenguk langsung korban dibakar suami di Rumah Sakit Islam, Senin (19/12). Seperti diketahui, nasib naas menimpa Sumarsih (45) warga Jl Pelita 3 Kelurahan Sambutan yang sekujur tubuhnya mengalami luka bakar setelah dibakar suaminya Sumantri (50). Kini Sumarsih belum sadarkan diri, begitu pula pelaku ikut terbakar yang juga dirawat di RSI. Mirisnya lagi, penikahan resmi secara agama (Nikah Siri), namun tidak terdaftar resmi di kantor urusan agama. Nusyirwan mengatakan karena ada korban terbakar atas kekerasan dalam rumah tangga, sehingga mengunjungi langsung ke rumah, dimana kejadian yang juga ikut menghanguskan rumahnya terjadi sekitar pukul 02.00 dinihari. “Pemkot prihatin atas kejadian dan mengajak warga belajar dari kasus ini agar kesadaran semua warga terhadap KDRT bisa meningkat dengan harapan kasus KDRT bisa menurun dari waktu ke waktu. Karena yang rugi semuanya, baik istri maupun suami, terlebih lagi masa depan anak,” tegas Nusyirwan. Ditanya terkait nikah diluar KUA? Nusyirwan mengatakan apakah itu KDRT maupun tindak pidana, diserahkan ke pihak kepolisian untuk memprosesnya, karena pernikahannya tidak resmi secara hukum. “Kasus ini pelajaran penting, setidaknya perempuan memikirkan untuk taat dalam urusan pernikahan. Jangan sampai nikah tanpa buku nikah, karena yang dirugikan adalah perempuan. Apalagi kalau ada kasus KDRT, tidak bisa dijerat dengan UU KDRT kecuali tindak pidana,” imbaunya. Untuk itu, Nusyirwan meminta tolong kepada warga yang pernikahannya status nikah siri, supaya mengurus pernikahannya secara resmi dan memiliki buku nikah. Tak hanya itu, terhadap kasus kemarin, Nusyirwan pun memperhatikan nasib masa depan kedua anak korban tadi. “Makanya saya minta keluarganya tadi agar anak yang mahasiswi bisa dapat bea siswa Pemprop dan anak yang SMP agar kepala sekolahnya dan ketua Komite peka atas kejadian orang tuanya dan anak tersebut dibebaskan dari pungutan sekolah,” ungkapnya Nusyirwan.john
|