UMKM Kukar Mampu Ciptakan Produk Unggulan Upaya Distan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
2011-12-21 16:43:44
TENGGARONG, Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilakukan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kutai Kartenegara dengan membina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang memanfaatkan komoditi lokal pasca panen. Kabid Produksi dan Pasca Panen Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, Suyanto mengatakan, produk olahan UMKM masyarakat Kukar tidak kalah dengan produk luar Kukar, bahkan kualitasnya lebih baik dari daerah lain, sehingga produk olahan UMKM Kukar bisa dijadikan produk unggulan yang siap masuk pasar ekonomi di Kaltim. "Hanya saja yang masih jadi kendala selama ini adalah faktor promosi yang masih lemah dan perlu ditingkatkan lagi," kata Suyanto saat memberikan orientasi wirausaha di hadapan pengurus Himpunan Perempuan Produktif (Hiperpro) Kukar, beberapa waktu lalu. Menurutnya, produk UMKM masyarakat Kukar sebanding dengan produk luar Kukar, ini menunjukan bahwa Kukar mampu bersaing untuk menciptakan produk unggulan masyarakat yang dijual di pasar bebas. Suyanto mencontohkan hasil olahan yang dibuat oleh UMKM masyarakat di Kukar, antara lain kripik tempe dari Kecamatan Tenggarong Seberang dan kripik nangka buatan UMKM Kecamatan Loa Kulu binaan Distan Kukar. Dikatakan, produk olahan UMKM ini selain enak dan gurih, juga berkualitas dan bisa tahan lama."Dan yang terpenting tidak menggunakan bahan pengawet yang berbahaya," ujarnya. Menurut Suyanto, apabila UMKM ini dikelola dengan baik, tentunya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Kukar itu sendiri. Untuk itu, pihaknya dari Dinas Pertanian akan membantu para UMKM, terutama dalam mempromosikan produk olahan yang dihasilkan. “Kami akan memaksimalkan peran dan fungsi membina UMKM yang ada di Kukar, untuk bisa berkreatif dan inovatif menciptakan produk unggulan, juga membantu memasarkan produk di pasaran luas. Kami berharap wisatawan yang berkunjung ke kota wisata Tenggarong, mendapatkan buah tangan atau oleh-oleh khas Kukar yang dibawa pulang, yang berasal dari produk olahan UMKM,” kata Suyanto. Dalam upaya promosi dan pemasaran, pihak Distan juga mengupayakan bagaimana agar hasil produksi UMKM tersebut terkemas dengan baik, mengingat kemasan merupakan salah satu faktor dalam strategi pasar. yd
|