Kasdam Pimpin Upacara HUT Infanteri Ke-66 2011-12-27 06:26:29
Balikpapan, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI O. Sudjatmiko S.IP, M.A. bertindak sebagai Irup pada upacara HUT Infanteri yang ke 66 dengan Komandan Upacara Letkol Inf Dwi Endrosasongko Danyonif 611/Awl yang berlangsung di halaman Makodam VI/Mulawarman belum lama ini, diikuti oleh seluruh Pamen, Pama, Bintara dan Tamtama di lingkungan Makodam. Terdapat beberapa rangkaian acara sebelum dilangsungkan upacara, diantaranya pelepasan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya Etape terakhir oleh Kasdam yang pelaksanaan startnya dari halaman Mako Deninteldam VI/Mulawarman dan finish di halaman Makodim 0905/Balikpapan.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Pangdam, para Asisten, LO-AL,LO-AU dan para Kabalak Kodam. Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo yang dibacakan oleh Kasdam mengungkapkan peringatan Hari Infanteri bertujuan untuk menghidupkan kembali dan memperkokoh tekad serta semangat juang setiap prajurit Infanteri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara tercinta ini, seperti yang pernah ditampilkan oleh para pendahulu Korps Infanteri. Peringatan Hari Infanteri tahun 2011 mengambil tema, Dengan Semangat Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya, Kita Tingkatkan Jiwa Korsa dan Profesionalisme Prajurit Infanteri Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD. Tekad dan semangat juang Tentara Keamanan Rakyat dalam perjuangannya dicerminkan pada sosok Panglima Besar Jenderal Sudirman. Keteladanan Panglima Besar Jenderal Sudirman, hendaknya terus hidup dan terpatri dalam jiwa setiap prajurit Infanteri yang dapat ditunjukkan dalam sikap dan perilakunya sehari-hari, terutama dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Ingat, prajurit TNI bukanlah prajurit sewaan, bukan prajurit yang menjual tenaganya karena hendak mendapatkan sesuap nasi, dan bukan pula prajurit yang mudah dibelokkan haluannya karena tipu dan nafsu kebendaan,”tambahnya. Melalui momentum peringatan HUT Infanteri dapat terbangun karakter bangsa yang kuat dan kokoh untuk dijadikan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa. "Sehingga Bangsa Indonesia tidak akan terombang-ambing serta kehilangan arah ditengah derasnya arus globalisasi dan dapat menghadapi segala tantangan baik yang berasal dari dalam maupun luar,”pungkasnya.*mid
|