Korban Hilang Kecelakaan Kapal Feri Ditemukan Tewas2011-12-27 16:09:06
TENGGARONG,Satu orang korban kecelakaan kapal feri tradisional yang dinyatakan hilang, kemarin (Senin 26/12) ditemukan sudah tewas mengapung tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Korban diidentifikasi bernama Yuli Setiawan asal Nganjuk, Jawa Timur sesuai dengan data laporan korban hilang dalam kecelakaan dimaksud. Sementara, proses evakuasi terhadap kendaraan yang ikut tenggelam bersama kapal feri tradisional, kemarin juga berhasil dilakukan, dimana tim SAR Kabupaten Kutai Kartanegara dibantu penyelam tradisional berhasil mengangkat delapan unit sepeda motor bersama kapal feri yang tenggelam dari dasar Sungai Mahakam. Kepala Kesbangpolinmas yang juga ketua SAR Kukar, Darmansyah mengucapkan syukur dan terima kasih atas partisipasi masyarakat dan semua pihak yang terkait atas keberhasilan semua proses evakuasi, baik evakuasi terhadap korban selamat saat terjadi kecelakaan, evakuasi kedaraan yang tenggelam serta ditemukannya korban yang hilang. Untuk diketahui, Sabtu (24/12) sekitar pukul 19.15 wita terjadi kecelakaan air di sekitar alur penyeberangan feri tradisional dari Kelurahan Kampung Baru, Tenggarong menuju Desa Loa Raya Tenggarong Seberang. Sebuah kapal nelayan yang sedang melintas dari arah hulu sungai menabrak kapal feri tradisional yang sedang mengangkut 8 unit sepeda motor dan 18 penumpang termasuk awak kapal menuju arah Tenggarong Seberang. Akibat tabrakan itu, kapal feri tradisional pecah dan tenggelam. Karena aktivitas penyeberangan masih ramai, 17 penumpang berhasil diselamatkan, namun satu orang dinyatakan hilang, sedangkan 8 unit motor ikut tenggelam ke dasar sungai. Musibah tersebut tidak saja membuat geger masyarakat Tenggarong dan sekitarnya, juga menjadi perhatian Menteri Perhubungan yang langsung menghubungi Dinas Perhubungan Kukar serta menanyakan kronologis dan kondisi korban kepada Tim SAR Kukar. Seperti diketahui, transportasi penyeberangan kendaraan roda dua dan empat menggunakan feri tradisional merupakan alternatif masyarakat pasca runtuhnya Jembatan Kartanegara satu bulan lalu. Sekalipun sudah ada bantuan kapal feri (KMP Bili) yang didatangkan pemerintah pusat untuk membantu transportasi penyeberangan, namun masih banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa feri tradisional, karena daya angkut KMP Bili yang terbatas dan sebagian besar mengaku malas ikut ngantre terlalu lama. yd
|