Pemilik KM Berkat Usaha Ditetapkan TersangkaTabrakan Kapal Feri Penyebrangan dengan Kapal Nelayan
2011-12-27 16:19:46
TENGGARONG,Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara telah menetapkan tersangka Tabrani (27) Nakhoda sekaligus pemilik Kapal Motor (KM) Berkat Usaha warga Desa Jantur Baru atas musibah tabrakan antara kapal nelayan KM Berkat Usaha yang mengakibatkan kapal feri penyeberangan tradisional karam di perairan Sungai Mahakam di Kampung Baru, Tenggarong Sabtu (24/12) lalu, Kepada media, Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana melalui Kasubag Humas AKP I Nyoman Subrata memaparkan bahwa Tabrani ditetapkan tersangka karena Tabrani merupakan penanggung jawab di kapal sekaligus Nakhodanya. Sementara adik Tabrani, Burhan (17) hanya dikenakan wajib lapor. ”Setelah pemeriksaan kurang lebih selama 1x24 jam, Tabrani kami tetapkan tersangka. Saat ini Tabrani sudah mendekam di tahanan Mapolres Kukar,” kata Nyoman, Senin (26/12) kemarin. Menurut Nyoman, Tabrani akan dijerat pasal 359 junto 360 KUHP yang berisikan akibat kelalaiannya mengakibatkan nyawa seseorang meninggal dunia. ”Dia (Tabrani) akan diancam diatas lima tahun penjara,”jelas Nyoman. Musibah ini terjadi Sabtu (24/12) malam sekitar pukul 19.30 Wita, ketika itu kapal feri penyeberangan yang dikemudikan Bahril (46) hendak menyeberangkan penumpang sebanyak 18 orang termasuk motoris dengan jumlah kendaraan 8 unit sepeda motor dari arah Tenggarong menuju Tenggarong Seberang. Sesampainya di pertengahan, tiba-tiba dari arah Sebulu kapal nelayan yang dikemudikan Burhan tersebut melintas dan menabrak kapal feri. Penyebrangan yang sedang membawa penumpang. Akibat tabrakan tersebut, kapal feri yang membawa 18 penumpang terbelah menjadi dua dan tenggelam dalam hitungan menit ke dasar sungai Mahakam. Sementara para penumpang terlempar ke sungai, namun ada yang berhasil diselamatkan dan evakuasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) AM Parikesit dan diperiksa di Polres Kukar. Sementara satu korban bernama Yuli Setiawan (32) Pemuda asal Nganjuk, Jawa Timur yang saat ini bertempat tinggal di Kelurahan Teluk Dalam, Tenggarong Seberang, Kukar hilang dan berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal, Senin (26/12) kemarin sekitar pukul 10.10 Wita di Pelabuhan Stadion Aji Imbut, Desa Teluk Dalam, Tenggarong Seberang dan langsung dievakuasi oleh tim ke rumah sakit. Sementara itu, ditemui sebelumnya, Tabrani, pemilik kapal mengaku saat itu motorisnya, Burhan sudah menyalakan lampu dikapal. ”Selalu menyala mas kalau malam hari, ada tiga lampu dan lampu sorotpun menyala. Jadi kalau mereka nggak liat bohong itu,” katanya saat ditemui di Mapolres Kukar. Tabrani menjelaskan, kapal miliknya tersebut hendak berlayar ke Samarinda untuk mencari udang di Laut dan berangkat dari Muara Muntai, Sabtu (24/12) lalu.” Saya dengan adik saya saja (Burhan) dan kami mau cari udang di Laut di Muara Sepatin, Pada saat kejadian, terangnya, dirinya sedang buang air kecil di buritan kapal. "Ketika itu, saya melihat kapal feri tersebut dan saya langsung teriak, hingga akhirnya tabrakan tersebut terjadi. Tapi kapal saya tidak naik ke atas kapal feri itu tapi hanya menabrak sisi belakang kanan kapal feri saja karena kapal feri itu langsung memotong jalur kami, seharusnya kapal feri itu mengambil jalur dibelakang," ungkapnya. Kemudian, ketika disoal tentang kecepatan kapal. Tabrani mengatakan kalau kecepatan kapal dalam kondisi pelan. Tapi, sambungnya, kapalnya tersebut bersamaan dengan arus. ”Kami ikut arus karena arus mengarah ke Samarinda, jadi kami tidak cepat. Bahkan saat ingin menabrak kapal feri itu motoris saya sempat memasukkan kopling mundur dan berhenti usai terjadinya tabrakan," katanya. Selain kapal feri tersebut mengambil jalur, kata Tabrani, lampu yang ada dikapal feri itu tidak terang hanya warna warni biru dan merah saja sehingga dari jauh tidak terlihat .opi
|