Pemprov dan Rusia akan Teken MoUPembangunan Rel Kereta Api di Kaltim
2011-12-27 16:26:11
SAMARINDA,Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Provinsi Kaltim HM Yadi Sabianoor, menjelaskan, pembangunan proyek rel ketera api di Kaltim akan segera terealisasi, karena rencananya akhir Desember ini, pihak investor dari Rusia dan Pemprov Kaltim akan melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding). "Sebelumnya rencana penandatanganan MoU tersebut akan dilakukan tanggal 23 Desember, karena ada faktor teknis maka rencana tersebut diundur pada akhir Desember ini, dan diharapkan jadwal tersebut tidak lagi berubah, sehingga penandatanganannya bisa dilakasanakan,"kata HM Yadi Sabianoor, kepada media ini beberapa hari lalu. Ketika disinggung apa isi MoU yang akan ditandatangani tersebut, Yadi menjelakan MoU yang akan ditandatangani isinya adalah pembangunan tahap pertama antara Kalimantan Rail dengan Pemprov Kaltim, dengan rencana pembangunan rel kereta api khusus angkutan batu bara dari Kabupaten Kutai Barat sampai Kota Balikpapan yang panjangnya sekitar 160 kilometer. "Jadi, MoU yang akan ditandatangani tersebut yaitu pembangunan rel kereta api untuk mengangkut batu bara dari Kutai Barat hingga sampai ke Balikpapan sepanjang 160 kilometer, dan setelah penandatanganan MoU, maka pada tahun 2012 nanti pihak Rusia akan mengurus perijinan dan pembebasan lahan dan lain-lainnya, kemudian pada tahuin 2013 mendatang, akan dilakukan pembangunan fisiknya dan tergetnya pada tahun 2016 sudah selesai,"ujarnya. Yadi memeparkan, rencana kerja sama antara investor dari Rusia dan Pemprov Kaltim khususnya dalam pembangunan rel kereta api tersebut sudah dilakukan sejak bulan September lalu, dimana ketika itu delegasi Kaltim mengikuti Marketing Investasi Indonesia (MII-2011) di Moskow (Rusia), dalam pertemuan forum bisnis yang diprakarsai oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKMD), telah dilakukan pembicaraan bersama pihak Russia Rainway, terkait akan akan dibangunnya rel kereta api khusus angkutan batu bara di Kalimantan. "Setelah melakukan beberapa kali petemuan antara Pemprov Kaltim dan pihak Rusia melalui delegasi calon investor yakni Kalimantan Rail PTE ltd, lalu disepakati untuk membuat draf MoUnya, yang pada akhirnya draf tersebut disetujui,"terangnya. Menurut Yadi, Pembangunan rel kereta api pertama di Kalimantan ini, merupakan proyek raksasa dengan nilai investasi sekitar Rp 21 triliun, yang sepenuhnya didanai oleh pihak Russia Railway melalui Kalimantan Rail dan PT Kalimantan Coal Transportation, dan proyek tersebut merupakan kesempatan emas untuk Kalimantan khususnya Kaltim. "Sebab kalau Kalimantan tidak mau mengambil proyek rel kereta api ini, beberapa daerah lain seperti Sulawesi siap, bahkan seluruh gubernurnya sudah kompak dan menyatakan siap kalau memang proyek tersebut tidak mau diambil Kalimantan,"kata Yadi. Yadi Menambahkan, usai penandatanganan MoU nanti, pembangunan rel kereta api diwilayah Kaltim terlebih dahulu dilakukan diwilayah Kutai Barat sampai Kota Balikpapan sepanjang 160 kilometer, yang kemudian kalau sudah selesai nantinya akan dilanjutkan pembangunannya di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 90 kilometer. "Yang menarik yang dilakukan oleh pihak investor dari Rusia ini adalah mereka tidak meminta konsesi atau imbalan, dan tidak seperti investor lainnya, oleh karena itu, jika perusahaan lokal yang ingin bergabung bisa membeli saham diperusahaan Rusia tersebut,"kata Yadi.mar
|