KPK Harus Fokus Kasus Besar Di Jakarta2011-12-28 18:06:07
Balikpapan,Pembina Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) H Andi Agoes, SH meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah dilantik agar fokus menyelesaikan kasus-kasus besar yang ada di Jakarta untuk sementara kasus-kasus yang berbau korupsi didaerah agar ditangani jajaran Tipikor dimasing-masing daerah dan itu akan dibantu oleh lembaga anti korupsi lainnya yang sangat serius memberantas korupsi. KPK jangan melirik kasus-kasus yang ada di daerah namun setidaknya dalam tiga bulan pertama sudah ada kasus korupsi besar bisa ditangani KPK jilid III, masyarakat dipastikan menunggu gerak KPK baru ini untuk kasus-kasus besar di Jakarta, mampu ngak membongkar sekaligus mengungkap keterliubatan orang gede pda kasus-kasus besar, pokoknya yang pasti masyarakat menunggu kekuatan cakar KPK apakah mampu mengimbangi cakar harimau atau gimana. ‘’Setelah dilantik, KPK baru jangan hanya diam saja namun secepatnya tangani kasus-kasus besar yang ada di Jakarta seperti kasus Bank Centuri, kasus Nunun dan kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah nama terkenal seperti Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh, sedangkan kasus di daerah percayakan dulu kepada Tipikor, kalau ini dilaksanakan maka nama KPK akan lebih dikenal,’’ kata Andi Agoes, SH yang baru saja dilantik menjadi Pembina LAKI. Korwil IV PPKRI Kalimantan ini juga menyoroti kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK lama, belum bisa maksimal karena masih besar sekali intervensi pihak luar sehingga cara kerja KPK lama belum bisa tuntas dan belum ada bukti yang kongkrit yang sudah berhasil ditangani KPK lama, olehnya KPK baru ini jangan sampai terkontaminasi dengan sistim kerja KPK lama. Menurut Andi Agoes, KPK yang baru saja dilantik, kami sangat yakin bisa mampu membongkar dan menuntaskan kasus-kasus yang melibatkan sejumlah nama terkenal baik dilingkup instansi pemerintah, birokrat, swasta, BUMN dan lainnya sehingga Indonesia bisa bebas dari korupsi asalkan jangan ada intervensi pihak luar sehingga mempengaruhi kinerja KPK. ‘’Kinerja KPK jangan sampai justru dipengaruhi oleh internal yakni istri, anak atau keluarga dan kerabat, bekerjalah dengan hati nurani dengan tekad memberantas korpusi yang sudah mengakar dibumi Indoensia,’’ tegas Andi Agoes, yang juga Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia (Gawak). Dia minta agar KPK yang baru dilantik ini benar-benar indenpenden, jangan ada bisikan luar kemudian mengabaikan pemeriksaan sejumlah tokoh politik, tokoh birokrat yang diduga kuat terlibat korupsi di negara ini, masyarakat Indonesia kini menunggu gebrakan pertama dari KPK baru, mampukah membongkar kasus korupsi atau justru hanya akan lebih para dari KPK lama. Seperti diketahui, bermunculan kasus-kasus yang diduga berkaitan dengan tindak korupsi hampir disemua daerah terutama di Jakarta, kalau kasus-kasus merugikan negara ini dibiarkan saja maka dipastikan negara kita ini akan hancur hanya dikarenakan ulah petinggi-petinggi negara yang seenaknya memainkan kasus-kasus korupsi. Sedangkan, menurut Andi Agoes, kasus-kasus yang diduga kuat korupsi di daerah termasuk yang ada di Kalimantan agar diserahkan penuh kepada Jaksa dan penyidik TIPIKOR daerah. "Kami yakin penyidik Tipikor daerah akan bekerja secara maksimal dan tidak ingin terkontaminasi dengan hal-hal yang akhirnya merusak nama baik Tipikor maupun KPK,"ungkapnya. max
|