Dana Bantuan untuk Rehab Gedung 2011-12-28 18:11:52
TANJUNG REDEB, Kepala Sekolah SMA PGRI Tanjung Redeb Drs Abdul Wahab berharap alokasi dana sebesar Rp 6,35 miliar, bantuan dari Pemprov Kaltim atas perjuangan Fraksi PDI P DPRD Berau dan Fraksi PDI P DPRD Kaltim tahun depan bisa teralisasi. Mengingat gedung sekolah SMA PGRI Tanjung Redeb yang berada di wilayah ini makin memprihatinkan, jika hujan turun air rawa yang berada di bawah kelas naik ke permukaan lantai kelas. Sepintas gedung sekolah SMA PGRI Tanjung Redeb ini jika diperhatikan dari luar pagar sekolah memang terlihat tidak ada masalah. Tetapi jika dilihat dari jarak dekat, gedung sekolah swasta ini kebanyakan ruang kelas nya kurang layak lagi untuk ditempati kegiatan proses belajar mengajar. Menurut pengamatan wartawan media ini, banyak daun jendela yang tak berkaca, kondisi lantai ruang kelas di bawah badan jalan. Sehingga jika hujan turun pada saat proses belajar mengajar, maka kaki para siswa dan guru pun harus siap – siap dinjakkan kaki meja belajar. Alasannya, mereka menghindari air rawa yang ada di bawah ruang kelas, Selain itu, yang menggangu proses belajar lain nya, sekat antar kelas hanya dari papan seadanya. Sehingga, ketika salah satu ruang kelas bersuasana gaduh sangat mengganggu siswa yang berada di sebelahnya. Kondis toilet untuk siswa pun sudah tak layak lagi, sehinga tidak jarang para siswa yang ingin membuang hajat memilih ditahan, dari pada buang hajat di toilet tersebut. Yang jelas sarana gedung yang ada di sekolah sangat memprihatinkan, tidak seperti gedung sekolah lainnya. “Karena itu kami sangat berharap apa yang sudah diperjuangkan Fraksi PDI P DPRD Berau melalui Pak Kurniadi tahun depan bisa dikucurkan,” harap Wahab. Menurut rencana, sambung Wahab, dana sebesar Rp 6,35 miliar itu untuk membangun gedung sekolah, agar konsentrasi proses belajar mengajar dapat tercipta. Selain itu juga untuk membangun pagar keliling sekolah, demi keamanan sekolah. “Kalau dananya mencukupi, rencana kami gedung sekolah kami tingkat, agar semua siswa yang mendaftar ke PGRI Tanjung Redeb dapat tertampung semua,” ungkapnya. Mengingat setiap ajaran baru dari tahun ke tahun jumlah siswa terus mengalami peningkatan. Bahkan, kata Wahab, tidak jarang kami menolak siswa baru, lantaran ruang kelas yang tersedia sangat terbatas. “Karena kalau kami terima justru mengurangi konsentrasi belajar siswa. Karena tidak mungkin mereka belajar harus duduk berdesakan,” tuturnya. Jika batuan dari anggaran APBD I itu nanti masih tersisa, untuk membangun fasilitas lainnya, seperti ruang praktik computer, ruang laboratorium dansarana lainnya. Agar kekurangan sarana dan prasarana yang selama ini dialami SMA PGRI Tanjung Redeb dapat terpenuhi. Karena itu pihaknya sangat berterima kasih dengan Fraksi PDI P DPRD Berau, Fraksi PDI P DPRD Provinsi Kaltim dan Pemprov Kaltim yang peduli terhadap nasib sekolah PGRI Tanjung Redeb. “Tanpa perjuagan Fraksi PDI P DPRD Berau, khusus nya Pak Kurniadi, belum tentu SMA PGRI Tanjung Redeb mendapat bantuan dari Pemprov,” pungkasnya. roz
|