Walikota Tinjau Proyek Jl Lempake dan Gerilya2011-12-28 18:14:18
SAMARINDA,walikota Samarinda H Syaharie Jaang meminta kepada kontraktor agar dibuatkan berita acara dari pihak distributor semen. “Nanti tolong kasih tau ke kontraktornya, kalau memang kendalanya kelangkaan semen, saya minta dibuatkan berita acara dari distributornya bahwa memang pasokan semen menjadi masalahnya. Ini sebagai bukti kalau memang pasokan semen, bukan masalah lain apalagi jangan sampai karena masalah finansial,” ucap walikota berbicara kepada staf Dinas Bina Marga dan Pengairan di jalan poros Lempake Jl Kartini saat meninjau kembali proyek tersebut, Selasa (27/12). Sebelumnya, 13 Desember lalu, walikota bersama rombongan juga telah meninjau proyek ini. Namun, kali ini tanpa protokoler walikota langsung meninjau sendiri, bahkan berbicara dengan pekerja di lapangan. “Kenapa baru segini. Masalahnya apa. Perkiraan saya tadi minimal sudah di depan SMP,” tanya walikota kepada pekerja, yang kontan diijawab tidak ada semen. “Semennya susah pak. Tapi, kabarnya nanti malam datang,” jawab pekerja itu polos. Tak hanya di Lempake, walikota juga meninjau pekerjaan di Jl Gerilya yang dikerjakan oleh dua kontraktor CV Chyntha Febiana (CF) yang mengerjakan betonisasi sepanjang 210 meter dengan nilai kontrak Rp 612 juta, serta PT Zainindo Raya (ZR) sepanjang 850 meter dengan nilai kontrak Rp 2,6 miliar. “Ini sudah mau akhir tahun, pasti tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya. Makanya saya minta bisa dicarikan solusinya, apakah nanti diadendum atau lainnya. Kita berbicara soal aturan, agar tidak salah saya minta nanti dikonsultasikan lagi dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” pesan walikota. Walikota pun tidak ingin pekerjaan jadi terhenti, apalagi jika harus dilelang ulang tentunya akan memakan waktu lama sehingga warga semakin disusahkan. “Saya atas nama walikota, meminta maaf atas ketidaknyaman warga karena persoalan lambatnya pekerjaan jalan karena faktor kelangkaan semen, bukan disengaja,” tuturnya. Sementara kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) H Dadang Airlangga mengatakan mengatasi persoalan ini akan dicarikan kebijakan yang saling menguntungkan, baik bagi pemerintah maupun pemborong.john
|