Perusahaan Harus Bisa Jadi Bapak Angkat CaborCSR Bantu Penyandang Cacat Raih Prestasi
2011-12-29 18:40:45
SAMARINDA, Gubenur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengatakan upaya meningkatkan prestasi olahraga bagi para penyandang cacat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab pihak swasta pengusaha, dan perusahaan dengan menjadi bapak angkat di cabang olahraga (Cabor). Apalagi perusahaan didukung dana CSR (Coorporate Social Responsibilty) yang dimungkinkan sangat mampu dalam melakukan upaya peningkatan prestasi bagi para atlit. "Nantinya kita meminta perusahaan-perusahaan yang ada bisa menjadi bapak angkat cabang olahraga yang ada," tegas Awang Faroek Ishak pada wartawan usai membuka Pekan Paralympic Provinsi (Perparov) II Kaltim, yang digelar di GOR Segiri Samarimda Selasa (27/12) lalu. Awang menambahkan, sumbangan yang diberikan oleh pihak pengusaha maupun perusahaan di Kaltim nantinya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing kabupate dan kota, dimana perusahaan itu beroperasi. "Karena itu, melalu dana CSR perusahaan, tentu diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam memajukan dunia olahraga di Kaltim serta bidang lainnya," jelasnya. Menurut Awang, sekarang ini pemerintah terus berusaha dalam memajukan dunia olahraga dengan pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang refresentatif bahkan ada yang bertaraf nasional dan internasional, baik tingkat provinsi maupun di kabupaten dan kota lainnya. "Dengan adanya partisipasi dari masyarakat maupun pihak swasta khusunya pihak pengusaha, maka semua cabang olahraga tentu diharapkan dapat berbicara baik ditingkat nasional maupun internasional. Karena itu fasilitas yang ada kiranya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi dari berbagai cabang olahraga," terangnya. Selain itu, Awang juga mengharapkan peran serta para kepala daerah dalam memberikan dukungan khususnya kepada para penyandang cacat yang ada dimasing-masing daerah, terutama melalui APBD, sehingga dengan demikian penyandang cacat di daerah khususnya dan di Kaltim umumnya mendapatkan hak dan kedudukan yang sama dari pemerintah. "Penyandang cacat berhak mendapatkan perlakuan yang sama, layaknya orang normal lainnya, karena itu, diharapkan seluruh pihak harus memperhatikan keberadaan penyandang cacat, termasuk penyandang cacat yang mengikuti Pekan Paralympic Provinsi II Kaltim ini," pinta Awang. mar
|