Simanggaris dan Sebatik Masuk Program Kota Transmigrasi Perbatasan2011-12-29 18:42:16
SAMARINDA, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Kaltim H Ichwansyah, mengatakan dua kecamatan di Kabupaten Nunukan yaitu Simanggaris dan Sebatik masuk program Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, yaitu pembangunan 12 kota transmigrasi diwilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia. Pengenbangan kawasan transmigrasi di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia bertujuan sebagai pengaman nusantara untuk menegakkan kedaulatan bangsa dan negara, sehingga tidak diincar dan diklaim oleh negara lain," jelas Ichwansyah pada Poskota Kaltim beberapa hari lalu. Ditambahkan, dengan ditunjuknya Kecamatan Simanggaris dan Sebatik sebagai pembangunan 12 kota transmigrasi diwilayah perbatasan, tentu memberikan hal positi dalam upaya memberdayakan poensi-potensi sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat, serta dapat meningkatakan pendapatan asli daerah dan penyerapan tenaga kerja. "Karena itu, sekarang ini terus dilakukan proses pembangunan dalam merealisasikan program tersebut. Tentu dilakukan daerah yang bersangkutan karena pembiayaannya berasal dari APBN, 2011 ini sudah dilakukan proses pembangunannya, dan diharapkan tahun 2012, pembangunan fisiknya sudah bisa dilaksanakan, dan realisasi penempatan diperkirakan bulan Oktober- September 2012 sudah bisa dilakukan penempatan warganya," ujar Ichwansyah. Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki potensi sumber dala alam yang melimpah, antara lain potensi pertanian, perkebunan, kehutanan perikanan pertambangan dan pariwisata, namun potensi tersebut belum didayagunakan secara optimal. "Salah satu kendalanya adalah masih terbatasnya ketersediaan tenaga kerja dan modal untuk mendukung pengelolaan potensi sumbe daya alam tersebut, karena itu sebagai kawasan perbatasan diharapkan menjadi KTM, maka dibutuhkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah begitu pula dunia usaha dan investor serta masayarakat, dengan demikian apa yang kita harapkan bisa terealisasi dengan baik," papar Ichwansyah. Ketika disinggung daerah asal penempatan transmigrasi di kedua kecamatan tersebut berasal dari mana saja, Ichwansyah menjelaskan umumnya daerah asal transmigrasi berasal dari DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY, tetapi yang sudah menandatangi perjanjian kerja sama adalah daerah Jawa Timur. "Untuk daerah asal penempatan transmigrasi sesuai dengan perjanjian kerja sama yang dilakukan, seperti daerah Jawa Timur itu sudah dilakukan, dan kini tinggal menunggu penyelesaian pembangunan sarana dan prasarana saja,"ujarnya. Ichwansyah menjelaskan untuk penempatannya nanti, tentu melihat dulu berapa realisasi penyelesaian pembangunan sarana dan prasarananya, biasanya minimal 100 KK, tetapi hal itu tidak serentak dilakukan, sebab harus melihat dulu sarana dan prasaranya yang sudah selesai dikerjakan, dan biasanya penempatannya di lakukan secara bertahap, dan tidak sekaligus. "Sebelum dilakukan penempatan, biasanya melihat dulu kesiapan pembangunan infrastruktur, dan pemukiman serta sektor lainnya, kalau itu sudah siap dan diketahui berapa yang sudah siap, maka dilakukan realisasi penempatannya, sementara sisahnya akan dilakukan secara bertahap," kata Ichwansyah. Seperti diketahui dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2010-2014, direncanakan dibangun 12 kawasan transmigrasi sebagai embrio Kawasan Perkotaan Baru di daerah perbatasan. Ke 12 kawasa tersebut yaitu Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Gerbang Mas Perkasa, Kabupaten Sambas (Kalbar), Simanggaris dan Nunukan Kabupaten Nunukan (Kaltim), Senggi Kabupaten Keerom, Salor, Marauke, Muting kabupaten Marauke (Papua).Selain itu juga daerah Rupat Kabupaten Bengkalis Riau, P.Morotai Kabuapten Morotai (Maluku Utara), Batutua Nusamanuk kabupaten Rote Ndao dan Tanglapui Kabupaten Alor (NTT), dan KTM Ponu Kabupaten Timur Tengah Utara (NTT).mar
|