Danyon Himbau Waspada Provokator2011-12-29 18:52:43
TENGGARONG, Berada ditengah komunitas masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis, Batalyon Armed 18/105 Tarik Labanan merasa perlu membaur dengan masyarakat umum. Bukan hanya dalam kegiatan sosial melainkan dalam kesehariannya. Menurut Danyon Armed, Letkol Arm Budi Santoso SH, kebersamaan TNI dengan masyarakat sudah menjadi pola TNI sejak dulu hingga kini. “Untuk itu, siapa saja yang membutuhkan bantuan baik dalam kegiatan sosial,agama, dan lainnya kita siap membantu,” ungkap Budi kepada media ini. Hal itu menurutnya berlaku bagi semua etnis, agama, dan komponen masyarakat. Hal menarik disampikan Budi yakni pentingnya menyaring setiap informasi yang berkembang dimasyarakat. “Khususnya yang berbau SARA,” sebutnya. Sebab hal itu bisa menjadi jaminan terjaganya suasa kondusif Kabupaten Berau. Bertolak pada pengalaman konflik etnis serta potensi konflik yang hampir terjadi baru-baru ini antara warga pribumi dan pendatang, Budi menghimbau agar setiap permasalahan dapat dilihat dari berbagai aspek. “Tidak dengan sudut pandang pribadi atau mengedepankan ego kesukuan atau kelompok,” lanjutnya. Hal itu yang kerap disampaikan Budi dalam berbagai kegiatan sosial di kampung-kampung etnis Dayak yang berada disekitar Batalyon. Menghindari aksi provokasi dari oknum tidak bertanggung jawab sangat perlu diantisipasi. Kepala Adat atau suku yang ada diminta untuk menelaah setiap informasi yang masuk. “Jangan sampai tindak kriminal dikait-kaitkan dengan SARA, hal ini bisa merusak kondusifitas Berau yang memang sudah aman, pengalaman yang sudah terjadi agar menjadi pelajaran agar tidak terulang, pertimbangkan berapa kerugian materil, moril dan nyawa hanya akibat salah persepsi memandang satu permasalah yang melibatkan 2 oknum antar etnis,” tandasnya. as
|