SPTI Dukung SAUM Dioperasikan2012-01-02 18:47:02
Balikpapan, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Cabang Balikpapan, Reston Makalau mengaku gerah dengan terjadinya penurunan kualitas pelayanan angkutan kota (Angkot) di Kota Beriman, pelayanan angkot tak lagi membuat aman masyarakat terbukti dengan mencuatnya kasus sopir angkot anak baru gede (ABG) yang menabrak sejumlah kendaraan. Selain itu munculnya kasus pencabulan yang dilakukan sopir Yami, terhadap seorang siswi SMPN, dimana sang sopir mengajak ABG yang masih berstatus pelajar itu nginap dan bermalam di hotel yang ada di Balikpapan sekaligus menggarap mahkota ABG itu, untuk itu Reston meminta Dishub bersama Polres berani bersikap tegas terhadap oknum sopir angkot dan mencabut izin trayek bagi perusahaan yang melanggar aturan termasuk tidak menggunakan pakaian seragam sopir. ‘’Apa nanti dibilang masyarakat kalau kasus-kasus itu masih terus terjadi apalagi melibatkan angkot sehingga minat masyarakat bepergain dengan angkot akan terus menurun,’’ ujar Reston. Sekarang ini kata Reston lagi, sopir tanpa seragam dibiarkan saja, bahkan tidak ada lagi yang namanya pendataan dan pembinaan terhadap sopir angkot seperti dulu, untuk itu kami himbau kepada Dishub dan Polresta Balikpapan agar kembali melakukan penertiban kepada para sopir angkot soal seragam dan aturan lainnya, jangan dibiarkan sopir tanpa menggunakan seragamnya padahal sudah ada ketentuan dalam Perda Balikpapan. Lebih lanjut ia mengemukakan, cara satu-satunya untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi penumpang angkot yakni memperbaiki pelayanan yang ada. "Kami berharap Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Polresta bekerjasama seperti dulu, melakukan penataran terhadap sopir angkot, mendata terutama para sopir tembak, serta gencar melakukan razia terhadap kelengkapan angkot maupun sopir, kalau dibiarkan seperti ini terus, WTN bisa lepas, ujar Reston. Bagaimana dengan desakan masyarakat agar sistem angkutan umum massal (SAUM) segera dioperasikan, supaya masyarakat punya pilihan selain angkot yang kualitas pelayanannya memburuk, Reston menegaskan, SPTI justru mendukung segera beroperasinya SAUM selama tidak ada pihak yang dirugikan. ‘’SPTI dari dulu tidak ada masalah, silakan operasikan SAUM, namun sebelum SAUM itu beroperasi ajak kami semua duduk satu meja kita bahas, kalau perlu sekalian 20 unit bus SAUM beroperasi, tidak ada masalah,’’tambahnya.max
|