Bom di Dermaga Berau Coal

2012-01-02  18:49:40

TANJUNG REDEB, PT Berau Coal (BC) diteror gangguan keamanan setelah ditemukan sebuah kotak berwarna coklat berukuran sekitar 20 x20 centimeter dengan noda ceceran oli, disalah satu bus angkutan karyawan. Setelah diperiksa dengan metal detector, kotak tersebut mengandung bahan logam, serta terdengar detak jarum jam layaknya detonator bom pada umumnya.
Hal itu kemudian dilaporkan kepada Polsek, Gunung Tabur yang diteruskan kepada Polres Berau kemudian ditindak lanjuti turunnya tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak)  dari Polres. Setelah ditangani tim penjinak, kotak tersebut memang berupa bom yang sengaja ditaruh di dalam angkutan karyawan kemudian diamankan.
Itulah sedikit gambaran dalam peragaan simulasi yang digelar PT BC dalam kegiatan exercise Internasional Ship and Port Security (ISPS) code IV yang digelar Kamis (29/12), di Pelabuhan BC Site Lati Kecamatan Gunung Tabur.
Sebagai salah satu objek vital Nasional (Obvitnas), PT Berau Coal (BC) , perusahaan bergerak dibidang tambang batu bara harus siap dalam menghadapi setiap tantangan termasuk dalam gangguan keamanan yang bisa menggangu produktifitas perusahaan. Berkaitan dengan hal itu, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan wawasan dan pemahaman dalam penanganan gangguan kemananan dan antisipasi dini.
Menurut ketua panitia pelaksana, Hasanul Haq Batubara, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Berau Coal yang juga merupakan sebuah kewajiban dalam menjaga stabilitas Obvitnas. “Kita melibatkan personil Polres dalam kegiatan, juga beberapa unsur terkait seperti Syahbandar, kegiatan selain didarat juga kita laksanakan di muara pantai dan kantor BC,” jelasnya.
Ditambahkannya, kemananan perusahaan bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian melainkan juga merupakan tanggung jawab semua komponen yang ada dalam perusahaan. Untuk itu, dalam kegiatan diharapkan mampu memberikan tambahan wawasan seluruh peserta yang berjumlah 110 orang termasuk personil Polres terhadap antisipasi dan penanagan jika terjadi kasus gangguan keamanan.
Senada dengan Hasanul, Kepala tekhnik tambang BC, Gatot S, kemanan seluruh perusahaan dari gangguan sekecil apapun merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh semua komponen perusahaan. “Keamanan dalam lingkup perusahaan tidak hanya sebatas keselamatan kerja dalam operasional, namun juga lebih kepada kemananan secara umum gangguan dari luar,” ungkapnya.
Mewakili Kementerian Perhubungan RI, Captain, Jhoni Algamar dalam sambutannya mengatakan, latihan yang dilaksanakan adalah sebuah keharusan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadi gangguan. “Jadi bukan kita meminta ada kasus,tapi antisipasi,jadi kami harapkan peserta yang mengikuti latihan dengan serius,” ungkapnya.
Operasional BC bukan hanya berada pada wilayah darat, melainkan akhir proses berada pada perairan. Gangguan seperti teror serupa, tegas Jhoni akan berpengaruh pada operasional perusahaan secara global. “Kita ketahui diluar sana di muara pantai terdapat kapal-kapal asing, jika ini sampai terjadi maka akan berdampak serius bagi perusahaan dan daerah,” tandasnya. as

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1233 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...