Kembang Janggut Terendam Banjir2012-01-02 19:01:18
Tenggarong, Tim gabungan Pemkab Kukar Rabu (28/12) lalu melakukan peninjauan terhadap banjir yang menggenangi 6 desa di Kecamatan Kembang Janggut. Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kukar Kukar terdiri dari Kesbangpo-linmas, Dinas Perkebunan,Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Bagian Kesejahte-raan Rakyat. Tim Satlak PB yang dipimpin langsung Kepala Kesbangpolinmas Kukar, Darmansyah ketika sampai di Kembang Janggut disambut Sekretaris Camat (Sekcam), Soegeng di kantor camat. Dalam kesempatan itu Soegeng mengatakan, kondisi banjir di kecamatannya masih dalam batas normal, karena banjir tersebut adalah musiman atau tahunan. Adapun 11 desa yang ada di kecamatan itu katanya Genting Tanah, Loa Sakoh, Loa Hambau, Kembang Janggut, Kelekat, Bukit Layang, Muai, Perdana, Pulau Pinang, Long Beleh Haloq, dan Long Beleh Modang. Diantara 11 desa tersebut, ada 6 desa yang dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm atau setinggi lutut orang dewasa, antaranya Kelakat, Bukit Layang, Muai, Perdana, Pulau Pinang, dan Long Beleh Haloq. Banjir mengakibatkan akses jalan menuju ke desa tersebut terganggu, bahkan daerah perkebunan dan pertanian warga setempat juga tergenang banjir hingga merusak tanaman petani. “Tanaman yang rusak seperti padi, palawija, jagung, dan kelapa sawit dan tanaman lainnya sehingga mengakibatkan para petani gagal panen,” jelas Soegeng. Sementara itu Darmansyah bersama tim usai meninjau salah satu lokasi banjir di Desa Kelekat Lama dan Kelekat Baru, mengatakan banjir yang terjadi di Kembang Janggut belum diberikan bantuan karena setelah dilakukan peninjauan di lapangan ternyata aktivitas warga, terutama sistem ekonominya belum ada yang merasa terganggu maupun terhambat karena ketinggian banjir masih dalam batas normal. “Namun pada perinsipnya tim siap membantu dan turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan, tergantung pemintaan dari pihak kecamatan,” terangnya.hms
|