Proyek Jalan Lingkungan Belum MaksimalAwasi, Kalau tak Benar Laporkan ke Komisi III
2012-01-02 19:05:21
SAMARINDA, Proyek perbaikan jalan ligkungan yang tengah dijalankan pemerintah dinilai masih banyak yang belum maksimal. Karena masih dikerjakan seadanya. Untuk itu, komisi III DRD Kota Samarinda meminta agar masyarakat melakukan pengawasan. Jika menemukan proyek jalan lingkungan yang asal-asalan diminta untuk melaporkan. "Ini merupakan proyek perbaikan jalan ligkungan yang tengah dijalankan Pemkot untuk masyarakat. Saya cukup banyak mendapat laporan tentang proyek yang tidak berjalan sesuai ketentuan," ujar Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Sugiyono, Minggu (1/1) kemarin. Dia mengatakan, pengawasan yang dimaksudkan karena banyak informasi, jika proyek-proyek itu dijalankan seadanya, tanpa memperhatikan kepentingannya untuk masyarakat yang berada di lingkungan atau tempat tersebut. "Jujur saja, saya banyak mendapatkan laporan dan bahkan saya pun bisa melihat langsung, bagaimana proyek-proyek jalan lingkungan itu belum berjalan maksimal. Kesannya para kontraktor hanya melaksanannya seadanya, tanpa ada tujuan jika yang dibangun itu adalah kepentingannya untuk masyarakat yang tinggal dilingkungan itu. Makanya ketua RT setempat, sebagai pimpinnya dilingkungan itu, awasi dan kalau tidak benar, laporkan kepada kami Komisi III, supaya kami evaluasi nanti," kata Sugiyono. Ditambahkannya, jalan lingkungan yang itu adalah di Gang-gang, atau jalan-jalan kecil sangat vital untuk kelangsungan hidup masyarakat sehari-hari. Ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat yang tinggal di gang atau jalan kecil itu, maka sama saja pemerintah sudah tidak menyejahterakan rakyatnya, atau tidak sesuai dengan janji-janji yang pernah dikemukakannya saat akan menjadi pemimpin Samarinda. "Beberapa persoalan bisa kita lihat sendiri, seperti warga Bengkuring beberapa waktu lalu harus demo dan memblokir jalan mereka, karena jalan mereka rusak parah. Kemudian ada juga beberapa warga harus menanam pisang dan tulisan-tulisan yang bernada mengecam pemerintah. Nah itu artinya belum ada perhatian serius terhadap jalan lingkungan kita. Sekali saya minta tolong kepada ketua-ketua RT se Samarinda, awasi itu, tidak benar pengerjaannya dan atau ada yang belum dikerjakan, laporkan ke kami. Dan kami pasti akan tindaklanjuti dengan memanggil Pemkot untuk dimintai kejelasannya," ujarnya dengan tegas. Politis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Samarinda ini juga mengungkap, prioritas jalan lingkungan adalah kebijakan Pemkot Samarinda selama ini, dengan telah diterbitkannya surat edaran Sekretaris Kota (Sekkot) yang berbunyi prioritas anggaran untuk jalan lingkungan. Jika kemudian itu tak benar dilaksanakan, dan bahkan tidak dilaksanakan sama sekali, maka adalah bentuk pengingkaran. "Jangan sampai hal itu terjadi. Kami Dewan terutama Komisi III akan konsen untuk melihat itu semua, makanya ketua RT sebagai ujung tombak di daerahnya, adalah sumber informasi kami dalam meminta penjelasan kepada Pemkot. Nanti kan bisa terungkap, apakah memang dananya yang kurang, atau kontraktornya yang tidak beres dalam melaksanakan pekerjaannya," tandasnya. aon
|