Diminta PNS Kemenag Tak Lupa Perjuangan Moral2012-01-05 15:46:25
Balikpapan,Wakil Walikota Balikpapan Heru Bambang mengatakan sebagai pegawai negeri dijajaran Kementerian Agama hendaknya tidak melupakan perjuangan awal dan juga jangan melupakan perjuangan moral dan tetap pegang teguh perjuangan tersebut sehingga sasaran perjuangan moral tetap terus bisa kita pertahankan. Demikian dikatakan Heru Bambang, saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Amal Bhakti ke- 66 Kementerian Agama (kemenag) di halaman asrama Haji Batakan, Balikpapan Timur, Selasa (3/1) kemarin. Dihadiri sejumlah pejabat Pemkot dan jajaran Kemendag, Heru yang membacakan sambutan Menteri Agama Suryadarma Ali, meminta agar seluruh pegawai untuk merenungkan kembali titik perjuangan Kemenag yang dideklarasikan 3 Januari 1946 silam oleh H Muh Habibi. Tanggung jawab moral, harus senantiasa dipegang teguh oleh seluruh aparatur Kemenag sebagai upaya menciptakan aparatur yang berahlak, selain itu berbagai isu keagamaan yang rentan terjadi belakangan ini perlu mendapat perhatian khusus oleh instansi yang mengusung motto ‘’ Ikhlas Beramal’’ itu. Upacara Hari Amal Bhakti ke- 66 Kemenag dihadiri ratusan pelajar serta PNS dijajaran Kementrian Agama Kota Balikpapan, Kepala Kemenag Balikpapan H Saifi, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Wahyu Hartono, Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan Syahrumsyah Setia, dan sejumlah pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu, Wawali Heru Bambang menyematkan tanda penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden RI kepada 31 pegawai yang dianggap berjasa dan loyal dalam menjalankan tugas, Satyalencana Karya Satya diberikan kepada mereka yang memasuki masa pengabdian 30 tahun (9 orang), 20 tahun (3 orang), dan 10 tahun (19 orang). Menteri Agama Suryadarma Ali. mengajak seluruh pegawai untuk merenungkan kembali titik perjuangan Kemenag yang dideklarasikan 3 Januari 1946 silam selain itu yang harus menjadi perhatian kita dalam menjalankan tugas adalah masalah tanggung jawab moral hal itu harus senantiasa dipegang teguh oleh seluruh aparatur Kemenag sebagai upaya menciptakan aparatur yang berahlak. Selain itu, berbagai isu keagamaan yang rentan terjadi belakangan ini perlu mendapat perhatian khusus, juga masalah penting lainnya adalah pengaturan, bimbingan, dan pengawasan kepada masyarakat harus optimal dilaksanakan sehingga konflik antar umat beragama ataupun antar sesama umat beragama bisa diminimalisir. Menteri juga mengingatkan tata kelola pembersihan korupsi diyakini harus dimulai dari diri sendiri disamping juga ada pengawasan terhadap setiap pekerjaan di seluruh sector selain itu kita harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai keihklasan setiap hari. "Munculnya sikap memaksakan kehendak, pemanfaatan isu agama yang bertentangan dengan nilai-nilai agama juga harus diberantas guna menciptakan suasana kondusif di lingkungan Kemenag sehingga kita bisa melayani masyarakat dengan baik, mudah, cepat dan akuntabel," ujarnya. max
|