Diperlukan Kesadaran Warga Jaga Kebersihan Lingkungan2012-01-07 18:51:14
SAMARINDA, Tingginya intensitas curah hujan di Samarinda beberapa terakhir ini yang menimbulkan beberapa titik genangan air di wilayah kota tepian. Wakil Walikota Samarinda H. Nusyirwan Ismail menghimbau kepada seluruh warga bisa sabar dalam menghadapi kondisi alam tersebut. "Pemerintah bukannya tinggal diam, melainkan sudah mengupayakan langkah-langkah penanggulangan normalisasi drainase dalam kota, termasuk pula optimalisasi folder melalui pembersihan lumpur yang mengendap didalamnya. Namun upaya ini tentu belum maksimal bila tidak dibarengi dengan kesadaran warga sendiri dalam ikut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing," kata Wawali Nusyirwan Ismail belum lama ini. Untuk menjaga kelancaran aliran parit maupun selokan agar tidak sampai terjadi penyumbatan sampah-sampah yang menumpuk didalamnya. Ia berharap menghadapi kondisi saat ini, harus menumbuh kembangkan semangat gotong royong ditengah masyarakat terhadap kepedulain menjaga lingkungan sekitarnya. "Kami berharap adanya komponen pengusaha berperan untuk bersama dalam menanggulangi masalah banjir, termasuk Kepatuhan dunia usaha, kesadaran masyarakat dan juga tidak lepas peran pemerintah," unbgkapnya. Terkait galian tambang, Nusyirwan menyebut pemerintah bersikap dengan tidak segan-segan mencabut ijin tambang yang memang terbukti tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sementara itu, berkaitan dengan program pengendalian banjir di Kota Samarinda untuk tahun 2012, Kepala Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda, Dadang Erlangga menyebut sejauh ini telah dipersiapkan beberapa kegiatan baik melalui serapan dana dari Pemerintah Propinsi Kaltim maupun langsung dari APBD Kota Samarinda. ”Melalui pemerintah propinsi cakupan kegiatannya meliputi perbaikan sistem sungai Karang Mumus, Sungai Karang Asam Besar dan Loa Bakung, kegiatan ini sifatnya langsung dikerjakan sendiri oleh pemerintah propinsi”jelas Dadang. Sementara dari APBD Kota Samarinda program penanggulangan banjir telah teralokasi sejumlah kegiatan normalisasi beberapa sungai, seperti sungai Lempake sebesar Rp 179,4 juta, Sungai Siring Rp 182,2 Juta, Lempake Jaya Rp 177,4 juta dan Muang Dalam Rp 178,8 juta. ”Sedangkan untuk wilayah dalam kota sub sistem pengendalian banjir akan dilakukan pada beberapa titik lokasi yaitu jl. Sentoso, A.Yani. Gelatik, dan Remaja dengan alokasi dana yang disiapkan sebesar Rp 5 miliar. Ditambah dengan beberapa kegiatan normalisasi drainase, pembersihan folder hingga pengadaan mobil pengisap lumpur, studi kelayakan pengendalian banjir dalam kota (kanalisasi) dan inventarisasi kerusakan dan sedimentasi dalam kota.john
|